Kriminal

Kakek 4 Cucu Tewas: Tragedi Mengguncang Surabaya, Tetangga Ungkap Perubahan Sikap Usai Cerai

×

Kakek 4 Cucu Tewas: Tragedi Mengguncang Surabaya, Tetangga Ungkap Perubahan Sikap Usai Cerai

Share this article
Kakek 4 Cucu Tewas: Tragedi Mengguncang Surabaya, Tetangga Ungkap Perubahan Sikap Usai Cerai
Kakek 4 Cucu Tewas: Tragedi Mengguncang Surabaya, Tetangga Ungkap Perubahan Sikap Usai Cerai

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Surabaya, Jawa Timur – Sebuah insiden mengerikan terjadi pada dini hari di sebuah gang sempit di wilayah Surabaya, ketika seorang pria berusia lanjut bersama empat cucunya menjadi korban kekerasan brutal. Korban yang diketahui sebagai seorang kakek berusia sekitar 70 tahun bersama empat cucunya tewas setelah dikeroyok dan ditusuk secara berulang-ulang. Kasus ini menimbulkan keprihatinan luas di kalangan warga setempat serta menimbulkan pertanyaan mengenai motif di balik aksi keji tersebut.

Menurut saksi mata, kejadian bermula ketika korban sedang berjalan pulang dari pasar bersama cucunya. Di gang yang kurang penerangan, sekelompok orang tak dikenal muncul dan mulai mengeroyok korban dengan pemukulan serta menggunakan pisau. Korban berusaha melawan, namun jumlah pelaku yang diperkirakan empat orang membuat situasi semakin tak terkendali. Akhirnya, salah satu pelaku menusuk korban di bagian dada, sementara cucu-cucu yang masih kecil berusaha melarikan diri namun tertangkap dan juga mengalami luka serius.

Tim medis yang tiba di lokasi segera memberikan pertolongan, namun luka yang diderita korban terlalu parah untuk diselamatkan. Empat cucu yang selamat berhasil dievakuasi ke rumah sakit terdekat dan berada dalam kondisi stabil meski dengan luka memar dan sayatan.

Polisi Surabaya segera melakukan penyelidikan. Dalam 24 jam pertama, pihak kepolisian berhasil menangkap seorang pria berusia 32 tahun yang menjadi tersangka utama dalam kasus penusukan tersebut. Identitas tersangka belum diungkap secara resmi, namun warga sekitar menyebutkan bahwa pelaku dikenal sebagai warga lokal yang pernah terlibat perceraian yang kontroversial beberapa bulan lalu.

Ketika ditanyai mengenai motif penyerangan, aparat belum dapat mengonfirmasi alasan pasti. Namun, beberapa tetangga mengungkapkan perubahan sikap pelaku setelah proses perceraian. Seorang tetangga yang tidak mau disebutkan namanya mengaku, “Sebelum perceraian, dia memang pendiam, namun setelah itu sikapnya berubah drastis, menjadi lebih agresif dan sering bertengkar dengan orang di sekitarnya. Kami tidak menyangka hal ini berujung pada tragedi seperti ini.”

Pengamat sosial menilai bahwa tekanan emosional pasca perceraian dapat memicu perilaku impulsif, terutama bila tidak ada dukungan psikologis yang memadai. “Kasus ini menunjukkan pentingnya intervensi dini bagi individu yang mengalami stres berat, termasuk perceraian,” ujar Dr. Maya Lestari, ahli psikologi komunitas.

Reaksi warga Surabaya sangat keras. Demonstrasi kecil di depan kantor polisi menuntut keadilan bagi kakek 4 cucu tewas serta penegakan hukum yang tegas terhadap pelaku. Sementara itu, komunitas setempat menggalang dana bantuan untuk keluarga korban, termasuk biaya pengobatan bagi cucu-cucu yang selamat serta dukungan psikologis bagi mereka yang mengalami trauma.

Kasus ini juga menyoroti isu keamanan di kawasan permukiman yang minim pencahayaan. Pemerintah kota Surabaya berjanji akan meningkatkan penerangan jalan serta menambah patroli keamanan di area rawan kejahatan. “Kami tidak akan membiarkan kejadian serupa terulang lagi,” kata Kepala Dinas Keamanan dan Ketertiban Kota Surabaya.

Dalam proses hukum, tersangka yang telah ditangkap kini berada di tahanan polisi dan akan menjalani pemeriksaan lanjutan. Jika terbukti bersalah, ia dapat dijatuhi hukuman maksimal sesuai undang-undang yang berlaku untuk pembunuhan berencana dan penyerangan terhadap anak di bawah umur.

Tragedi ini menjadi peringatan bagi seluruh masyarakat bahwa kekerasan tidak pernah menjadi solusi, apalagi ketika melibatkan korban yang rentan seperti anak-anak. Diperlukan sinergi antara aparat penegak hukum, layanan kesehatan mental, dan komunitas untuk mencegah terulangnya peristiwa serupa.

Dengan dukungan penuh dari pemerintah dan masyarakat, diharapkan keluarga korban dapat menemukan ketenangan serta keadilan dapat ditegakkan secara menyeluruh.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *