Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Rohani seorang jemaah haji asal Solo berusia 68 tahun, bernama Rodiyah, mengembuskan napas terakhirnya pada 23 April 2026 di kota suci Madinah, Arab Saudi. Kejadian itu terjadi tak lama setelah kedatangan rombongan kloter III Solo (SOC) di bandara Amir Mohammad Bin Abdul Aziz Madinah. Penyebab kematian resmi yang diumumkan oleh pihak Kementerian Haji dan Umrah Republik Indonesia adalah serangan jantung mendadak.
Juru bicara Kementerian Haji, Ichsan Marsha, dalam konferensi pers resmi menyampaikan belasungkawa mendalam bagi keluarga almarhum serta seluruh jajaran haji. “Innalillahi wa innailaihi rojiun, kami sampaikan berita duka atas wafatnya satu jemaah haji kloter SOC‑III asal Solo, atas nama Rodiyah, berusia 68 tahun, akibat serangan jantung,” ungkapnya. Ia menegaskan bahwa pemerintah melalui Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) akan menuntaskan semua hak ibadah almarhum, termasuk pelaksanaan badal haji.
PPIH Solo telah menyiapkan prosedur badal haji sesuai regulasi. Badal haji akan dilaksanakan oleh jemaah lain yang telah terdaftar dan memenuhi persyaratan kesehatan, sehingga hak ibadah Rodiyah tetap terjaga. Selain itu, almarhum juga akan memperoleh asuransi haji serta pemakaman layak di Makam Baqi, Madinah.
Data terbaru dari Daerah Kerja (Daker) Madinah menunjukkan bahwa hingga pukul 08.00 waktu Arab Saudi pada hari Jumat, terdapat 93 jemaah haji yang menjalani rawat jalan, dua orang dirujuk ke Klinik Kesehatan Haji Indonesia (KKHI), dan satu orang dirujuk ke rumah sakit Arab Saudi. Dari total 13.686 jemaah yang telah tiba di Madinah melalui 35 kloter, sebanyak 2.720 merupakan lansia yang memang berisiko tinggi mengalami komplikasi kesehatan.
Statistik keseluruhan menunjukkan bahwa sampai dengan hari keempat operasional ibadah haji 1447 H/2026 M, sebanyak 40 kelompok (kloter) telah diberangkatkan ke Arab Saudi, menyumbang total 15.349 jemaah. Dari jumlah tersebut, 9.884 jemaah yang tergabung dalam 25 kloter sudah mendarat dengan selamat di Madinah. Pemerintah menekankan pentingnya pemantauan ketat terhadap kondisi fisik jemaah, terutama pada lansia, mengingat suhu Madinah yang dapat mencapai 34°C dengan kelembapan rendah sekitar 25%.
Untuk mengurangi risiko kesehatan, Kemenhaj mengimbau seluruh jemaah agar meningkatkan asupan cairan, mengonsumsi makanan bergizi, serta beristirahat yang cukup sebelum melaksanakan rangkaian ibadah. Petugas kesehatan haji juga menekankan pentingnya hidrasi, terutama di tengah cuaca panas yang dapat memperburuk kondisi jantung dan pernapasan.
Kasus meninggalnya Rodiyah menjadi pengingat bagi seluruh jemaah, terutama yang berusia di atas 60 tahun, untuk senantiasa memperhatikan kondisi kesehatan sejak keberangkatan. Pemerintah berjanji akan terus meningkatkan layanan medis di bandara, klinik, serta rumah sakit tujuan, guna memastikan setiap jemaah mendapat penanganan cepat dan tepat bila terjadi penurunan kondisi.
Semoga almarhum Rodiyah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan. Pemerintah akan menunaikan hak badal haji serta memastikan seluruh proses administrasi berjalan lancar tanpa beban tambahan bagi keluarga.









