BERITA

Dedi Mulyadi Kaji Kembali Rencana Underpass Pasteur dan Sentil Lampu Lalu Lintas: Solusi Transportasi Massal Jadi Fokus Utama

×

Dedi Mulyadi Kaji Kembali Rencana Underpass Pasteur dan Sentil Lampu Lalu Lintas: Solusi Transportasi Massal Jadi Fokus Utama

Share this article
Dedi Mulyadi Kaji Kembali Rencana Underpass Pasteur dan Sentil Lampu Lalu Lintas: Solusi Transportasi Massal Jadi Fokus Utama
Dedi Mulyadi Kaji Kembali Rencana Underpass Pasteur dan Sentil Lampu Lalu Lintas: Solusi Transportasi Massal Jadi Fokus Utama

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 April 2026 | Gubernur Jawa Barat, Dedi Mulyadi, kembali menyoroti rencana pembangunan underpass di kawasan Pasteur, Bandung, serta sentil pengaturan lampu lalu lintas yang tengah menjadi perbincangan publik. Dalam wawancara eksklusif bersama media lokal, Mulyadi menegaskan bahwa proyek infrastruktur jalan semata tidak akan menyelesaikan permasalahan kemacetan yang telah melanda wilayah Bandung Raya selama bertahun‑tahun.

Menurut pakar transportasi dari Institut Teknologi Bandung, Sony Sulaksono Wibowo, pembangunan underpass Pasteur masih belum menyentuh akar persoalan. “Solusi jangka panjang justru terletak pada penguatan angkutan umum massal. Infrastruktur jalan hanya bersifat sementara jika tidak didukung oleh sistem transportasi publik yang terintegrasi,” ujar Sony saat mengisi acara On Air Radio PRFM 107.5 News Channel pada 2 April 2026.

Dalam penilaian tersebut, Sony menambahkan bahwa dukungan dari pemerintah pusat serta lembaga internasional seperti World Bank sudah ada, namun sinergi antar‑program belum optimal. Ia juga menyarankan Gubernur Jawa Barat untuk meninjau kembali rencana reaktivasi jalur kereta api yang pernah dijanjikan pada awal 2025. “Jika kereta api dihidupkan kembali, pergerakan orang yang masuk ke Bandung dengan kendaraan pribadi dapat berkurang secara signifikan,” kata Sony.

Gubernur Dedi Mulyadi menanggapi masukan tersebut dengan menyebutkan bahwa pemerintah provinsi sedang melakukan kajian mendalam mengenai efektivitas underpass Pasteur. Ia menambahkan bahwa sentil lampu lalu lintas di persimpangan utama juga menjadi prioritas, mengingat pengaturan sinyal yang tidak sinkron sering menjadi faktor penyebab kemacetan pada jam‑jam sibuk.

  • Underpass Pasteur: Proyek ini diperkirakan menelan biaya Rp 400 miliar dan dijadwalkan selesai pada akhir 2027. Namun, evaluasi terbaru menunjukkan bahwa volume kendaraan yang akan dialihkan ke underpass hanya sekitar 12% dari total arus lalu lintas.
  • Sentil Lampu Lalu Lintas: Pemerintah provinsi berencana mengganti sistem kontrol tradisional dengan teknologi adaptif berbasis sensor, yang dapat menyesuaikan durasi lampu hijau sesuai kepadatan kendaraan secara real‑time.
  • Transportasi Massal: Rencana penambahan armada bus listrik dan pengembangan jaringan BRT (Bus Rapid Transit) di wilayah Bandung Barat menjadi bagian dari strategi jangka panjang.

Selain itu, Mulyadi menegaskan pentingnya koordinasi antar‑instansi, termasuk Dinas Perhubungan, Dinas Pekerjaan Umum, serta pihak swasta yang terlibat dalam proyek infrastruktur. “Kami tidak dapat mengandalkan satu solusi saja. Kombinasi antara underpass, lampu lalu lintas pintar, dan peningkatan layanan angkutan umum harus berjalan selaras,” ujarnya.

Pengalaman kota-kota besar lain, seperti Jakarta dan Surabaya, menjadi acuan dalam menyusun kebijakan ini. Kedua kota tersebut telah berhasil menurunkan indeks kemacetan melalui integrasi transportasi massal dan sistem manajemen lalu lintas berbasis data. Dedi Mulyadi berharap Bandung dapat meniru pola tersebut dengan menyesuaikan kondisi lokal.

Dalam rapat koordinasi yang dihadiri oleh perwakilan kementerian, Bank Dunia, dan asosiasi transportasi, disepakati bahwa reaktivasi jalur kereta api akan diprioritaskan pada fase kedua, setelah penyelesaian fase pertama berupa peningkatan layanan bus listrik. Penambahan stasiun penumpang di area strategis, termasuk di sekitar kawasan Pasteur, diharapkan dapat menarik lebih banyak penumpang dari moda pribadi ke moda publik.

Kesimpulannya, Dedi Mulyadi menegaskan bahwa pembangunan underpass Pasteur dan sentil lampu lalu lintas merupakan bagian penting dari upaya mengatasi kemacetan, namun tidak dapat berdiri sendiri. Sinergi antara infrastruktur jalan, teknologi lalu lintas, dan terutama penguatan transportasi massal menjadi kunci utama untuk menciptakan kota Bandung yang lebih nyaman dan berkelanjutan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *