Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 08 Juni 2026 | Penyaluran bantuan sosial (bansos) Program Keluarga Harapan (PKH) di bulan Juni 2026 tahap kedua akan segera berakhir. Masyarakat dapat melakukan cek penerima PKH Juni 2026 untuk memastikan dana bantuan sudah masuk ke rekening atau belum.
Serupa dengan Bantuan Pangan Non Tunai (BPNT), pemerintah menyalurkan PKH per tiga bulan sekali. Dalam satu tahun, penerima akan mendapatkan empat kali bantuan sesuai dengan nominal kategori yang telah ditetapkan.
Bulan Juni merupakan periode terakhir untuk penyaluran triwulan II yang mencakup April, Mei, dan Juni. Bulan depan akan memasuki triwulan III.
Masyarakat dapat mengetahui status pencairan bansos serta nama penerima terbaru melalui laman Cek Bansos Kemensos atau aplikasi resminya. Hal ini berguna untuk memastikan apakah seseorang mendapatkan bantuan atau tidak.
Pada pencairan triwulan kedua di bulan Mei 2026, pemerintah mengumumkan penerima bansos baru sebanyak 470 ribu orang ditetapkan sebagai Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Hal ini berarti, penerima bansos tahap kedua bertambah banyak.
Dilansir Instagram Dinsos Sleman, penerima PKH tahun 2026 tetap berada pada desil 1 hingga 4. Penerima tahun ini sebanyak 10 juta dengan pembagian berdasarkan kategori berikut:
- Kriteria tersebut akan menerima bantuan berdasarkan nominal kategori yang telah ditetapkan.
- Jadi, setiap penerima mendapatkan jumlah yang berbeda-beda karena menyesuaikan kategori yang didapatkan.
Dikutip laman Kemensos, nominal bansos PKH sesuai kategori sebagai berikut:
Nominal ini diberikan secara bertahap dengan penyaluran per tiga bulan sekali. Dalam satu tahun, penerima akan mendapatkan bantuan sebanyak empat kali.
Untuk jadwal pencairannya tidak ditetapkan tanggal pasti, sehingga diperlukan pengecekan secara berkala.
Di sisi lain, pemerintah juga meluncurkan program Perlindungan Sosial Digital Terintegrasi (Perlinsos Digital) sebagai sistem baru penyaluran bantuan sosial (bansos) berbasis data.
Program ini melibatkan warga yang masuk kategori desil 1 hingga 4 sebagai peserta awal implementasi sistem digital.
Staf Ahli Menteri Bidang Sosial, Ekonomi, dan Budaya Komdigi RI Wijayakusuma Wardana, mengatakan Perlinsos Digital dirancang untuk memperkuat akurasi data penerima bansos melalui digitalisasi verifikasi.
Doa mengakui dalam tahap uji coba masih ditemukan kendala teknis pada sistem aplikasi. Namun, menurutnya, perbaikan terus dilakukan agar sistem dapat berjalan optimal.
Kendala ini sudah kami temukan solusinya dan bisa berjalan kembali. Uji coba dan pelatihan akan terus dilakukan,
Menurut Wijayakusuma, program ini diharapkan mampu membuat penyaluran bantuan sosial lebih tepat sasaran, tepat jumlah, dan tepat waktu.
Di lain pihak, masyarakat juga dapat mengecek penerima bansos PKH dan BPNT secara online dengan mengunjungi laman Cek Bansos Kemensos atau aplikasi resminya.
Masyarakat hanya perlu menyiapkan nomor NIK KTP yang benar dan tepat.
Untuk pengecekkan di situs resmi hanya perlu mengunjungi laman https://cekbansos.kemensos.go.id/.
Sementara untuk aplikasi, mesti diunduh terlebih dahulu melalui App Store atau Play Store.
Setelah pengunduhan selesai, aplikasi bisa digunakan.
Dalam melakukan cek penerima bansos, masyarakat dapat memastikan apakah mereka termasuk dalam daftar penerima bansos atau tidak.
Hal ini penting untuk memastikan bahwa bantuan sosial dapat tepat sasaran dan tepat jumlah.
Di akhir, penting untuk diingat bahwa penyaluran bantuan sosial harus dilakukan secara transparan dan akuntabel.
Dengan demikian, masyarakat dapat memastikan bahwa bantuan sosial yang diterima dapat digunakan secara efektif dan efisien.











