Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Suasana tenang di Desa Purwasaba, Kecamatan Mandiraja, Kabupaten Banjarnegara berubah menjadi mencekam pada dini hari Kamis, 23 April 2026. Sebuah aksi teror dengan bom molotov menyerang kediaman Kepala Desa Hoho Alkaf, menimbulkan api besar yang melalap mobil mewah Honda Civic Turbo milik sang Kades. Kebakaran terjadi tepat sebelum azan Subuh, membuat warga sekitar terbangun dalam kepanikan.
Menurut keterangan Hoho Alkaf, ia sempat melarikan diri ke luar rumah ketika api sudah melambung tinggi. “Saya lari keluar, api sudah sampai atas, besar sekali. Mobil itu sudah terbakar. Itu mobil Civic Turbo saya, habis terbakar. Tidak bisa dipakai lagi,” ujarnya dengan nada emosional. Hoho menambahkan bahwa mobilnya tampak sudah disiram bahan bakar (tiner) sebelum dilemparkan seperti bom molotov, sehingga api langsung menyebar dengan cepat.
Rekaman CCTV yang dipasang di sekitar rumah menjadi bukti utama penyelidikan. Video menunjukkan seorang pria berpenampilan gelap muncul sendirian, mengisi botol dengan cairan mudah terbakar, kemudian melemparkannya ke mobil. Selang beberapa menit, api menyulut seluruh kendaraan dan meluas ke bagian depan rumah. “Saya berani ngomong tapi belum berani mengungkap nama, karena yang berani melakukan kayak gini pasti residivis plus mafia, pinter ngilang, karena dia pengecut dan pecundang,” kata Hoho.
Tak hanya mobil yang terbakar, saksi mata melaporkan adanya kehadiran beberapa mobil misterius yang beredar di sekitar lokasi setelah aksi pembakaran. Kendaraan-kendaraan tersebut tidak memiliki plat jelas dan melaju dengan kecepatan tinggi, menghilang ke arah jalan pedesaan sebelum polisi tiba. “Ada beberapa mobil yang melintas, tampak seperti motor listrik atau sepeda listrik, tapi tidak ada yang berhenti,” ujar seorang warga yang menonton dari jendela.
Polisi setempat segera mengamankan lokasi, mengumpulkan bukti berupa sisa tiner, kain, dan kayu yang ditemukan di sekitar titik kebakaran. Tim forensik menduga bahwa bahan bakar yang dipakai merupakan campuran alkohol dan bensin, khas bahan pembuatan bom molotov. “Kami masih dalam proses analisis laboratorium, namun indikasi awal menunjukkan persiapan matang dari pelaku,” kata Kapolsek Banjarnegara.
- 23 April 2026, 04:45 WIB – Api muncul di garasi rumah Kades.
- 04:46 WIB – Mobil Honda Civic Turbo terbakar habis.
- 04:48 WIB – Beberapa mobil misterius melintas dan menghilang.
- 05:10 WIB – Polisi tiba, melakukan penyelidikan awal.
Hoho Alkaf, yang dikenal dengan penampilan nyentrik dan gaya kepemimpinan yang tegas, menegaskan bahwa ia tidak akan mundur meski menghadapi ancaman. “Saya kekeh tetap pada aturan. Apapun bentuknya, jangankan perintah dari bupati, bahkan perintah atasnya bupati, kalau itu kewenangan saya, saya nggak wajib nurut,” ujarnya. Ia juga meminta agar masyarakat tidak terprovokasi, melainkan tetap tenang dan membantu proses hukum.
Hingga kini, penyelidikan masih berlangsung. Polisi mengumpulkan keterangan saksi, memeriksa rekaman CCTV tambahan, serta melakukan penelusuran jejak digital kendaraan misterius. Pihak berwajib berharap dapat mengidentifikasi pelaku dan mengungkap motif di balik aksi teror ini, yang menimbulkan kekhawatiran luas di kalangan pejabat desa dan warga.
Kasus ini menambah daftar serangkaian tindakan intimidasi terhadap pejabat lokal di Jawa Tengah, menimbulkan pertanyaan tentang keamanan para pemimpin desa. Pemerintah provinsi Banjarnegara berjanji akan meningkatkan pengamanan dan memberikan dukungan penuh kepada Kades Hoho Alkaf serta aparat kepolisian.
Dengan situasi yang masih tegang, warga diimbau untuk melaporkan setiap aktivitas mencurigakan, terutama keberadaan kendaraan yang tidak dikenal di malam hari. Polisi menegaskan akan menindak tegas siapa pun yang terlibat dalam aksi bom molotov ini demi menjaga ketertiban dan rasa aman masyarakat.











