Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 April 2026 | Jakarta, 25 April 2026 – Pada malam Jumat, 24 April 2026, Jakarta Convention Center menjadi saksi bersejarah ketika Agnes Rahajeng, wakil provinsi Banten, dinobatkan sebagai Puteri Indonesia 2026. Penobatan berlangsung secara megah dalam rangkaian Grand Final yang dihadiri ribuan penonton, para juri, serta pejabat negara termasuk Menteri Pariwisata RI Widiyanti Wardhana.
Agnes unggul dari tiga finalis lainnya yang terdiri atas perwakilan Bali, DKI Jakarta 2, dan DKI Jakarta 3. Di tahap final, ia memukau dewan juri dengan balutan kebaya perak rancangan Intan Avantie, lengkap dengan train panjang yang menambah kesan elegan. Meskipun bukan gaun malam tradisional, kebaya tersebut berhasil menonjolkan keanggunan tradisi Indonesia.
Sesaat sebelum penobatan, sesi tanya jawab menjadi momen penentu. Ketua Dewan Pembina Yayasan Puteri Indonesia, Putri Kus Wisnu Wardani, mengajukan dilema antara mengejar beasiswa LPDP untuk studi S2 di Ivy League atau tetap tinggal di Indonesia untuk merawat ibu yang tengah menghadapi masalah kesehatan. Agnes menjawab dengan tegas bahwa ia memilih mendampingi sang ibu, menyatakan bahwa kesempatan dapat datang kembali, namun waktu bersama orang tua tidak dapat digantikan.
Jawaban tersebut mendapat apresiasi tinggi dari juri, dan pada akhirnya mahkota Borobudur merah diserahkan oleh Puteri Indonesia 2025, Firsta Yufi Amarta Putri. Selain mahkota utama, Agnes juga memperoleh gelar Baju Tradisional Terbaik berkat kostum serba perak dengan ornamen badak bercula satu.
Keberhasilan Agnes menandai sejarah bagi provinsi Banten, karena ini merupakan kali pertama wakil Banten meraih gelar Puteri Indonesia. Di samping gelar utama, gelar Puteri Indonesia Lingkungan 2026 diraih oleh Victoria Titisari Kosasieputri (Bali), Puteri Indonesia Pariwisata 2026 oleh Karina Moudy Widodo (DKI Jakarta 3), serta Puteri Indonesia Pendidikan 2026 oleh Gisela Belicia (DKI Jakarta 2). Dua gelar khusus lainnya, Puteri Indonesia Kebudayaan dan Puteri Indonesia Inovasi dan Teknologi, masing-masing diberikan kepada Nilam Onasis Sahputri (Kalimantan Utara) dan Glorya Stevany Yame Nayoan (Papua).
Selain prestasi di panggung, Agnes Rahajeng membawa nilai tambah dalam bidang pendidikan. Ia akan menerima beasiswa pascasarjana Program Pembangunan Berkelanjutan dari Universitas Indonesia, yang juga diberikan kepada para finalis lainnya. Lulusan Ilmu Komunikasi Universitas Pelita Harapan ini telah dikenal sebagai kreator konten di industri kecantikan dan fashion, dengan akun Instagram @agnesrahajeng yang mengumpulkan lebih dari 100 ribu pengikut.
Agnes tidak hanya menonjol di dunia hiburan, namun juga aktif dalam aksi sosial. Bersama kedua kakaknya, Maria dan Elizabeth Rahajeng, ia mendirikan social enterprise bernama Rahajeng Closet pada tahun 2023. Platform ini menjual produk fashion yang tidak terpakai atau baru, baik melalui live shopping maupun garage sale, dengan hasil penjualan disalurkan ke berbagai yayasan sosial seperti Yayasan Pundi Asa, Happy Hearts Indonesia, dan Yayasan Sayap Ibu Banten. Menurut Agnes, inisiatif ini telah membantu lebih dari 100 siswa melanjutkan pendidikan mereka.
Dengan gelar Puteri Indonesia 2026, Agnes Rahajeng akan mewakili Indonesia di ajang internasional Miss Supranational 2026 yang dijadwalkan berlangsung di Polandia. Ia bertekad membawa pesan kebudayaan Indonesia serta misi sosial berkelanjutan ke panggung dunia.
Kesuksesan Agnes Rahajeng tidak lepas dari dukungan keluarga. Ia adalah adik dari Maria Rahajeng, pemenang Miss Indonesia 2014, serta Elizabeth Rahajeng, keduanya dikenal sebagai influencer publik. Orang tua Agnes, Christoporus Harno dan Maria Ekawati, mendukung penuh perjalanan karier putrinya sejak ia lahir pada 13 Januari 2000 di California, Amerika Serikat, dan kemudian besar di Bali sebelum menetap di Banten selama satu dekade terakhir.
Penobatan ini menutup rangkaian seleksi panjang yang melibatkan 45 finalis dari seluruh provinsi Indonesia. Dengan penampilan memukau, jawaban yang penuh keyakinan, serta komitmen kuat terhadap isu sosial, Agnes Rahajeng tidak hanya menjadi simbol kecantikan, tetapi juga agen perubahan bagi generasi muda Indonesia.

