Internasional

Konflik Iran-AS: Blokade Ganda di Selat Hormuz dan Keluhan Presiden Iran

×

Konflik Iran-AS: Blokade Ganda di Selat Hormuz dan Keluhan Presiden Iran

Share this article
Konflik Iran-AS: Blokade Ganda di Selat Hormuz dan Keluhan Presiden Iran
Konflik Iran-AS: Blokade Ganda di Selat Hormuz dan Keluhan Presiden Iran

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Konflik antara Iran dan Amerika Serikat (AS) semakin memanas, terutama setelah Iran menutup Selat Hormuz bagi kapal-kapal "musuh" pada 28 Februari. AS membalas dengan mengepung pelabuhan dan terminal minyak Iran demi memotong pendapatan rezim Teheran.

Presiden Iran mengeluhkan bahwa mereka telah ditusuk dari belakang dua kali oleh Amerika. Sementara itu, Presiden AS Donald Trump mengatakan bahwa Iran telah menekan AS selama 47 tahun dan tidak akan tertawa lagi.

Selat Hormuz telah menjadi laboratorium paradoks, di mana gencatan senjata masih berlaku di atas kertas, tapi di permukaan laut serangan, sitaan, dan ranjau saling berbalas. Perang tanpa nama resmi, tapi bercita rasa perang penuh, di mana dua kekuatan saling memerangkap.

Iran menggunakan kontrol geografis atas pintu sempit Teluk sebagai senjata ekonomi global, sementara AS membalas dengan mengepung pelabuhan dan terminal minyak Iran. Strategi Trump pun bergeser, dari Operasi Epic Fury ke pendekatan tidak langsung dengan menekan Iran dari luar melalui Armada ke-5.

Konflik ini telah menyebabkan kerusakan luas di Iran dan Lebanon, melumpuhkan lalu lintas maritim di Selat Hormuz, dan mendorong kenaikan harga energi global. Beberapa hari setelah AS mengajukan tawaran dengan harapan membuka kembali negosiasi, Iran merilis tanggapan yang berfokus untuk mengakhiri perang di semua front, terutama Lebanon dan menjamin keamanan pelayaran melalui Selat Hormuz yang diblokade.

Trump menolak proposal Iran dengan sebuah unggahan di media sosial, tanpa memberikan detail lebih lanjut. Proposal Iran mencakup tuntutan ganti rugi atas kerusakan perang dan penekanan pada kedaulatan Iran atas selat tersebut. Proposal itu juga menyerukan AS untuk mengakhiri blokade angkatan lautnya, menjamin tidak akan ada serangan lebih lanjut, mencabut sanksi, dan mengakhiri larangan AS terhadap penjualan minyak Iran.

Konflik ini semakin kompleks dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Kedua belah pihak tetap bersikukuh pada posisi mereka, dan tidak ada kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, konflik ini akan terus memanas dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut di kawasan.

Kesimpulan, konflik antara Iran dan AS telah menyebabkan kerusakan luas dan tidak ada tanda-tanda akan berakhir dalam waktu dekat. Kedua belah pihak tetap bersikukuh pada posisi mereka, dan tidak ada kesepakatan yang dapat diterima oleh kedua belah pihak. Oleh karena itu, konflik ini akan terus memanas dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut di kawasan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *