Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Baru-baru ini, Amerika Serikat membentuk Komando Misi Khusus baru untuk mengawasi pasukan khusus yang dapat dikerahkan. Unit-unit dinas tersebut telah memainkan peran sentral dalam meningkatkan upaya untuk menargetkan pelayaran sipil di perairan internasional sejak akhir tahun 2025.
Personel Penjaga Pantai, berdasarkan hukum AS, dapat menaiki kapal, melakukan penyitaan, dan melakukan penangkapan, meskipun mereka memiliki sedikit dasar hukum untuk melakukannya di perairan internasional, yang telah membuat operasi mereka sangat kontroversial secara internasional.
Unit pasukan khusus Penjaga Pantai secara khusus dilatih dan dilengkapi secara unik untuk operasi menaiki kapal, dan baru-baru ini menargetkan pelayaran sipil Venezuela, kapal tanker yang terkait dengan Rusia di Samudra Atlantik, dan bahkan kapal tanker sipil Iran yang membawa minyak untuk diekspor di Samudra Hindia.
Sementara itu, Israel dilaporkan membangun sebuah pangkalan militer rahasia di kawasan gurun Irak untuk mendukung operasi udara melawan Iran. Laporan tersebut disampaikan The Wall Street Journal dengan mengutip sejumlah sumber yang mengetahui langsung persoalan itu.
Pangkalan tersebut didirikan tidak lama sebelum AS dan Israel memulai gempuran militer mereka terhadap Iran pada akhir Februari. Amerika Serikat dikabarkan mengetahui keberadaan fasilitas ini; ia berfungsi sebagai markas bagi pasukan khusus Israel, sebuah pusat logistik untuk Angkatan Udara Israel, dan juga menampung tim SAR untuk mengantisipasi jatuhnya pilot Israel.
Pos tersebut nyaris terbongkar pada awal Maret setelah seorang penggembala setempat menyadari “gerakan militer yang tidak lazim,” termasuk lalu lintas helikopter, dan segera melapor kepada otoritas setempat. Pasukan Irak lalu bergerak untuk melakukan investigasi di area tersebut, namun mereka disambut dengan tembakan yang sporadis.
Baku tembak ini mengakibatkan gugurnya seorang anggota tentara Irak dan melukai dua orang lainnya. Pada awalnya, Baghdad melemparkan tuduhan kepada Washington setelah aparat keamanan menemukan bukti adanya personel militer asing yang beroperasi di wilayah tersebut.
Pangkalan ini diduga kuat membantu Israel dalam perang udara jarak jauh melawan Iran, mengingat wilayah Iran berjarak lebih dari 1.600 kilometer dari Israel. Pesawat tempur Israel telah melaksanakan ribuan serangan selama periode lima minggu kampanye tersebut, sementara pos terdepan di gurun Irak ini memberikan posisi maju yang lebih dekat ke zona pertempuran bagi tim Israel.
Dinas Intelijen Israel (IDF) menolak memberikan komentar terkait perkembangan terbaru ini, yang semakin menyoroti bagaimana perseteruan antara Israel dan Iran telah meluas menjadi konfrontasi regional yang lebih besar, sekaligus menarik Amerika Serikat lebih jauh ke dalam permusuhan ini.
Kesimpulan: Komando pasukan khusus AS dan Israel di kawasan Timur Tengah semakin meningkat dengan pembentukan komando misi khusus baru dan pembangunan pangkalan militer rahasia di Irak. Hal ini menunjukkan bahwa konflik di kawasan tersebut semakin kompleks dan berpotensi meluas menjadi konfrontasi regional yang lebih besar.











