Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Iran baru-baru ini membantah isu transfer uranium ke luar negeri dan menegaskan bahwa fokus mereka adalah penghentian permusuhan di kawasan. Hal ini dikemukakan setelah Presiden AS Donald Trump mengancam Iran dengan serangan besar jika Teheran tidak mencapai kesepakatan damai.
Menurut laporan kantor berita pemerintah Iran, IRNA, Iran telah mengirimkan respons terhadap proposal AS untuk mengakhiri perang kawasan yang telah berlangsung lebih dari dua bulan. Respons tersebut dikirim melalui Pakistan yang bertindak sebagai mediator.
Iran menegaskan bahwa tahap awal negosiasi akan difokuskan sepenuhnya pada penghentian permusuhan di kawasan. Sumber yang mengetahui proses tersebut mengatakan bahwa fase negosiasi saat ini hanya akan membahas penghentian konflik sebelum masuk ke pembicaraan yang lebih luas.
Sementara itu, Presiden Rusia Vladimir Putin mengatakan bahwa Moskwa siap untuk membantu mengangkut dan menyimpan persediaan uranium yang diperkaya milik Iran. Putin menyebut bahwa Rusia pernah mengangkut uranium yang diperkaya dari Teheran pada tahun 2015 dan siap untuk mengulangi pengalaman tersebut jika diperlukan.
Iran juga menegaskan bahwa kendali atas Selat Hormuz sangat penting dalam strategi nasional mereka. Selat Hormuz adalah jalur laut yang strategis yang menangani hampir seperlima pasokan minyak dunia. Iran berencana untuk mengubah rezim pengelolaan selat tersebut melalui jalur internasional maupun regulasi domestik yang disahkan parlemen.
Kesimpulan dari perkembangan ini adalah bahwa Iran tetap fokus pada penghentian permusuhan di kawasan dan tidak akan melepaskan kendali atas Selat Hormuz. Iran juga siap untuk bekerja sama dengan negara-negara lain untuk mencapai kesepakatan damai dan mengakhiri konflik di kawasan.











