Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 10 Mei 2026 | Venezuela baru-baru ini menghadapi dua tantangan besar, yaitu penghapusan uranium yang diperkaya secara tinggi oleh Amerika Serikat dan persengketaan perbatasan dengan Guyana. Departemen Energi Amerika Serikat mengumumkan bahwa mereka telah berhasil menghapus semua uranium yang diperkaya secara tinggi dari reaktor penelitian di Venezuela, yang dianggap sebagai langkah penting dalam mengurangi risiko keamanan nuklir di Amerika Selatan dan wilayah Amerika Serikat.
Sementara itu, persengketaan perbatasan antara Venezuela dan Guyana masih berlangsung. Mahkamah Internasional (ICJ) baru-baru ini mendengar argumen dari kedua negara tentang perbatasan yang dipertentangkan. Venezuela berpendapat bahwa perbatasan yang ditetapkan pada tahun 1899 tidak sah, sementara Guyana berpendapat bahwa perbatasan tersebut telah diakui dan diterima oleh kedua negara selama lebih dari 60 tahun.
Pemimpin Partai Nasional Kongres Reformasi (PNCR) Aubrey Norton menyangkal bahwa pemerintahnya pernah mempertimbangkan untuk menyerahkan sebagian wilayah Essequibo kepada Venezuela sebagai bagian dari upaya untuk menyelesaikan persengketaan perbatasan. Ia menekankan pentingnya tindakan diplomatik yang lebih kuat dan pendidikan publik untuk menghadapi klaim Venezuela.
Persengketaan perbatasan antara Venezuela dan Guyana telah berlangsung selama beberapa dekade dan telah menyebabkan ketegangan antara kedua negara. Diperlukan upaya diplomatik yang serius dan kerja sama internasional untuk menyelesaikan persengketaan ini dan memastikan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.
Dalam beberapa tahun terakhir, Venezuela telah menghadapi berbagai tantangan, termasuk krisis ekonomi, krisis politik, dan persengketaan perbatasan. Namun, negara ini tetap berkomitmen untuk menjaga kedaulatan dan integritas wilayahnya, serta mempromosikan keamanan dan stabilitas di wilayah tersebut.











