Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Mei 2026 | Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, menyatakan bahwa blokade AS di Selat Hormuz dapat menjadi bisnis yang menguntungkan. Selat Hormuz merupakan salah satu jalur laut yang paling sibuk di dunia, terletak di antara Iran dan Uni Emirat Arab.
Trump mengatakan bahwa AS dapat mengenakan biaya kepada kapal-kapal yang melewati selat tersebut, sehingga dapat meningkatkan pendapatan negara. Namun, pernyataan Trump tersebut menuai kecaman dari banyak pihak, termasuk dari Iran dan negara-negara lain yang terkena dampak blokade.
Blokade AS di Selat Hormuz telah menyebabkan 58 kapal komersial dialihkan dari jalur tersebut. Hal ini dapat berdampak pada perekonomian dunia, karena Selat Hormuz merupakan jalur penting untuk ekspor minyak dan gas.
Iran telah menyatakan bahwa mereka akan melawan blokade AS dan mengambil tindakan untuk melindungi kepentingan nasional mereka. Sementara itu, Uni Emirat Arab dan negara-negara lain di kawasan Teluk Persia juga telah menyatakan kekhawatiran mereka terhadap dampak blokade tersebut.
Dalam beberapa minggu terakhir, ketegangan antara AS dan Iran telah meningkat, dengan kedua negara saling mengancam dan melakukan manuver militer. Blokade AS di Selat Hormuz dapat memperburuk situasi dan meningkatkan risiko konflik di kawasan tersebut.
Para ahli memperingatkan bahwa blokade AS di Selat Hormuz dapat memiliki dampak yang luas dan berkepanjangan, tidak hanya bagi Iran dan negara-negara di kawasan Teluk Persia, tetapi juga bagi perekonomian dunia. Mereka menyerukan agar semua pihak yang terkait untuk menemukan solusi damai dan menghindari eskalasi konflik.
Dalam beberapa tahun terakhir, Selat Hormuz telah menjadi titik panas dalam hubungan internasional, dengan ketegangan antara AS, Iran, dan negara-negara lain di kawasan tersebut. Blokade AS di Selat Hormuz dapat memperburuk situasi dan meningkatkan risiko konflik di kawasan tersebut.
Untuk mengatasi situasi ini, diperlukan upaya diplomatis yang serius dari semua pihak yang terkait. AS, Iran, dan negara-negara lain di kawasan Teluk Persia harus bekerja sama untuk menemukan solusi damai dan menghindari eskalasi konflik.
Dalam jangka panjang, blokade AS di Selat Hormuz dapat memiliki dampak yang signifikan bagi perekonomian dunia. Oleh karena itu, semua pihak yang terkait harus berusaha untuk menemukan solusi yang dapat mengatasi ketegangan dan meningkatkan kerja sama di kawasan tersebut.











