Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Polres Gresik pada Rabu (27/04/2024) mengumumkan keberhasilan operasi penangkapan lima orang pelaku jaringan penipuan rekrutmen ASN yang menggunakan modus yang dikenal sebagai “Dapur MBG”. Penangkapan ini merupakan puncak penyelidikan selama dua bulan yang melibatkan tim Intelijen Kriminal Polri, Satreskrim Daerah, dan unit cyber crime.
Menurut keterangan Kapolres Gresik, Kombes Pol. Iwan Setiawan, operasi berlangsung di sebuah rumah kos di Kelurahan Tambakboyo, Gresik, setelah tim mengumpulkan bukti digital, rekaman telepon, dan laporan korban. Lima tersangka, yang masing-masing berusia antara 24 hingga 38 tahun, ditangkap tanpa perlawanan dan kini berada di kantor Polres untuk proses penyidikan lebih lanjut.
Modus “Dapur MBG” mengandalkan iklan rekrutmen aparatur sipil negara (ASN) palsu yang tersebar di media sosial, grup WhatsApp, dan forum daring. Pelaku menjanjikan pekerjaan di kementerian atau lembaga pemerintah dengan gaji tinggi, namun mengharuskan calon pelamar membayar biaya administrasi, pelatihan, dan seragam yang disebut “MBG” (singkatan yang tidak resmi). Setelah pembayaran dilakukan melalui transfer bank atau dompet digital, korban biasanya tidak pernah mendapatkan panggilan wawancara resmi, melainkan dihadapkan pada dokumen palsu dan janji-janji kosong.
Sejumlah korban, yang tidak mau disebutkan identitasnya demi keamanan, mengaku telah mengirim total uang mencapai Rp 7,5 juta per orang. Salah satu korban, seorang lulusan sarjana ekonomi dari Surabaya, menyatakan bahwa ia merasa tertipu setelah tidak menerima dokumen resmi selama tiga minggu, sementara pihak penipu terus menuntut pembayaran tambahan untuk “verifikasi akhir”.
Kombes Pol. Iwan menegaskan bahwa barang bukti yang berhasil diamankan meliputi 12 laptop, 5 handphone, 3 harddisk eksternal, serta catatan transaksi keuangan yang mencakup lebih dari 200 rekening. Semua bukti tersebut akan diproses sebagai barang bukti dalam penyidikan kasus penipuan dan pencucian uang. “Kami telah mengidentifikasi jaringan ini sebagai bagian dari sindikat kejahatan siber yang beroperasi di beberapa kabupaten di Jawa Timur,” ujar Iwan.
Kasus ini tidak terlepas dari tren meningkatnya penipuan rekrutmen ASN di seluruh Indonesia. Menurut data Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo), laporan pengaduan terkait penipuan pekerjaan meluas sebanyak 35% pada kuartal pertama 2024 dibandingkan tahun sebelumnya. Pemerintah telah mengeluarkan peringatan resmi melalui situs resmi Badan Kepegawaian Negara (BKN) untuk tidak melakukan pembayaran apa pun sebelum verifikasi melalui kanal resmi pemerintah.
Polisi menghimbau kepada masyarakat untuk lebih waspada terhadap tawaran pekerjaan yang mengharuskan pembayaran di muka. Beberapa langkah pencegahan yang direkomendasikan meliputi memeriksa keabsahan lowongan melalui website resmi instansi, menolak permintaan transfer ke rekening pribadi, dan melaporkan segera kepada pihak berwajib apabila menemukan indikasi penipuan.
Dengan penangkapan lima tersangka ini, diharapkan jaringan “Dapur MBG” dapat terputus dan memberikan efek jera bagi pelaku serupa. Penyidikan masih terus berlanjut untuk mengungkap jaringan yang lebih luas, termasuk kemungkinan keterlibatan pihak luar daerah. Polri menegaskan komitmennya untuk melindungi publik dari kejahatan siber, terutama yang menargetkan pencari kerja dan calon ASN.











