Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Persebaya Surabaya mengukir sejarah baru dengan berhasil menembus zona empat besar klasemen Super League 2025/2026. Keberhasilan ini tercapai setelah tim asal Jawa Timur mengumpulkan poin penting pada putaran akhir, menyalip Malut United dan menegaskan ambisinya untuk bersaing hingga akhir musim.
Berita ini datang di tengah gelombang persaingan sengit antara lima klub teratas. Persib Bandung dan Borneo FC masih beradu ketat di puncak klasemen dengan masing-masing 69 poin, sementara Persija Jakarta menempati posisi ketiga dengan 62 poin. Persebaya, yang sebelumnya berada di posisi kelima dengan 48 poin, kini menempati posisi keempat setelah meraih dua kemenangan beruntun dalam tiga laga terakhir.
Berikut adalah rangkuman klasemen lengkap setelah pertandingan ke-30:
| Posisi | Klub | Main | Menang | Seri | Kalah | Gol | Kebobolan | Selisih | Poin |
|---|---|---|---|---|---|---|---|---|---|
| 1 | Persib Bandung | 30 | 21 | 6 | 3 | 54 | 20 | +34 | 69 |
| 2 | Borneo FC | 30 | 22 | 3 | 5 | 62 | 28 | +34 | 69 |
| 3 | Persija Jakarta | 30 | 19 | 5 | 6 | 56 | 26 | +30 | 62 |
| 4 | Persebaya Surabaya | 30 | 13 | 9 | 8 | 45 | 35 | +10 | 48 |
| 5 | Malut United | 30 | 14 | 7 | 9 | 61 | 41 | +20 | 49 |
Performa Persebaya dalam dua laga terakhir menjadi faktor penentu. Pada pekan ke-28, mereka menundukkan Persik Kediri 3-0 di Stadion Gelora Bung Tomo, dengan gol gemilang dari striker Andi Setiawan dan dua gol balasan dari gelandang veteran Dimas Pratama. Kemenangan itu memberi tim tambahan tiga poin sekaligus meningkatkan selisih gol menjadi +10.
Laga selanjutnya melawan Bhayangkara FC berakhir dengan skor 2-1 untuk Persebaya. Gol penentu dicetak oleh gelandang muda Rizky Maulana pada menit ke-78 setelah serangan balik cepat. Kemenangan tersebut tidak hanya menambah tiga poin, tetapi juga menumbuhkan kepercayaan diri yang tinggi di antara pemain dan suporter.
Pelatih kepala Persebaya, Agus Santoso, mengungkapkan kebahagiaannya dalam konferensi pers pasca pertandingan: “Kami telah bekerja keras sejak awal musim. Setiap poin yang kami dapatkan adalah hasil dari disiplin taktis dan semangat juang yang tidak pernah padam. Masuk ke zona empat besar adalah bukti bahwa program pembangunan tim kami mulai membuahkan hasil.”
Di sisi lain, persaingan di puncak klasemen semakin ketat. Persib Bandung, yang berhasil melakukan comeback dramatis 2-4 melawan Bhayangkara FC pada 30 April, kembali memimpin klasemen berkat selisih head-to-head yang lebih baik dibanding Borneo FC. Sementara Borneo FC tetap berada di posisi kedua, mengandalkan serangan tajam mereka yang mencetak 62 gol.
Para pengamat sepak bola menilai bahwa Persebaya kini memiliki peluang realistis untuk bersaing di posisi ketiga jika mereka dapat mempertahankan performa saat ini. Salah satu faktor kunci adalah kemampuan mereka mengendalikan lini tengah, khususnya melalui peran Dimas Pratama yang semakin matang dalam mengatur tempo permainan.
Namun, tantangan tidak berhenti di situ. Di sisa lima putaran musim, Persebaya harus menghadapi lawan-lawan kuat seperti Persija Jakarta dan Arema FC, yang sama-sama berambisi mengamankan tempat di zona aman. Kegagalan dalam menghadapi salah satu dari mereka dapat menurunkan posisi mereka kembali ke luar zona empat besar.
Secara keseluruhan, pencapaian Persebaya Surabaya ini menambah warna baru dalam persaingan Super League 2025/2026. Dengan dukungan fanbase yang fanatik dan strategi yang terus disempurnakan, tim Hijau Kuning tampak siap menantang dominasi klub-klub tradisional.
Ke depan, para suporter dapat menantikan laga-laga menegangkan, dimana setiap poin akan sangat menentukan nasib final klasemen. Jika Persebaya mampu mempertahankan konsistensinya, mereka tidak hanya sekadar berada di zona empat besar, tetapi juga berpeluang melaju ke posisi yang lebih tinggi pada akhir musim.











