Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Leon Goretzka, gelandang tengah asal Jerman yang telah menghabiskan delapan tahun di FC Bayern München, kini berada di tengah pusaran spekulasi transfer yang melibatkan klub-klub elit Eropa. Setelah menorehkan delapan gelar Bundesliga, dua Piala DFB, satu Liga Champions, serta trofi internasional lainnya bersama Bayern, pemain berusia 31 tahun tersebut dikabarkan mengincar tantangan baru di Serie A.
Berita paling hangat berasal dari laporan media Italia yang menyebutkan AC Milan berada di garis depan negosiasi. Menurut sumber yang dekat dengan klub, Milan telah menyampaikan tawaran kontrak tiga tahun dengan gaji sekitar lima juta euro per tahun. Kesepakatan ini diyakini akan memberi Goretzka peran penting di lini tengah Rossoneri, sekaligus menambah pengalaman internasionalnya menjelang Piala Dunia 2026.
Sementara itu, Juventus juga dilaporkan menyalip AC Milan dalam perebutan tanda tangan Goretzka. Klub Juventus berusaha memanfaatkan situasi di Bayern, di mana pelatih baru Vincent Kompany menurunkan peluang bermain Goretzka di tim utama. Namun, keputusan akhir tampaknya mengarah ke Milan, mengingat kedekatan pemain dengan manajemen dan ambisi klub untuk kembali ke puncak domestik.
Perjalanan karier Goretzka di Bayern tidak selalu mulus. Pada 2018, ia pindah secara gratis dari Schalke 04 ke Bayern, sebuah langkah yang menuai skeptisisme dari mantan pemain dan pelatih, termasuk Mario Basler dan Peter Neururer. Basler bahkan memasang taruhan bahwa Goretzka tidak akan bermain lebih dari lima pertandingan. Ironisnya, Goretzka justru tampil dalam 42 pertandingan pada musim pertamanya, mencetak sembilan gol dan memberikan tujuh assist, membuktikan dirinya sebagai pemain kunci.
Taruhan bir yang unik tersebut menjadi bahan candaan di antara para komentator. Goretzka mengingat kembali episode acara “Doppelpass” di mana Basler menyatakan keraguan dan Neururer menantang prediksi tersebut. Dalam sebuah wawancara dengan majalah klub “51”, Goretzka menyatakan, “Saya tidak tahu apakah Peter Neururer pernah menerima kotak-kotak birnya, namun hasilnya jelas—saya bertahan dan berkembang di Bayern.”
Statistik Goretzka di Bayern selama musim terakhir menunjukkan peran yang lebih fleksibel. Ia mencatat 44 penampilan, tiga gol, empat assist, dan total 2.130 menit bermain. Meskipun sebagian besar waktu ia masuk sebagai pengganti, kontribusinya di pertandingan-pertandingan krusial, terutama di Liga Champions dan Piala DFB, tetap berharga.
| Musim | Pertandingan | Gol | Assist | Menit |
|---|---|---|---|---|
| 2025/26 | 44 | 3 | 4 | 2.130 |
| 2024/25 | 38 | 5 | 6 | 1.950 |
| 2023/24 | 42 | 9 | 7 | 2.300 |
Di luar lapangan, Goretzka juga menjadi sorotan karena keputusan menolak tawaran Atletico Madrid pada musim dingin. Ia menegaskan keinginannya mengulang keberhasilan tahun 2020 bersama Bayern, sekaligus menantikan peran penting di tim nasional Jerman pada Piala Dunia 2026 yang akan digelar di Amerika Serikat, Kanada, dan Meksiko.
Jika kepindahannya ke AC Milan terkonfirmasi, langkah tersebut akan menandai babak baru dalam karier Goretzka. Milan, yang tengah berusaha memperkuat lini tengah untuk bersaing di Serie A dan Liga Champions, mengharapkan pengalaman Goretzka dapat memperkuat struktur tim. Bagi Goretzka, tantangan di Italia menawarkan kesempatan untuk menampilkan gaya permainan yang lebih bebas dan menambah koleksi trofi internasionalnya.
Secara keseluruhan, saga transfer Leon Goretzka mencerminkan dinamika pasar pemain kelas dunia, di mana performa, usia, dan ambisi pribadi bersilang. Dari taruhan bir yang menggelitik hingga negosiasi kontrak bernilai jutaan euro, perjalanan pemain ini tetap menjadi sorotan utama penggemar sepakbola dunia.











