Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 01 Mei 2026 | Pertandingan sengit pekan ke-20 BRI Super League 2025/2026 menyaksikan Persebaya Surabaya mengalahkan Arema FC dengan skor telak 4-0. Di balik kemenangan tersebut, kepala pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, menonjolkan strategi eksperimentalnya dengan menurunkan beberapa pemain yang baru dipanggil oleh Timnas Indonesia ke dalam skuad utama klub. Keputusan ini tidak hanya meningkatkan performa tim, tetapi juga memberikan panggung bagi para pemain Garuda untuk membuktikan diri di level kompetitif domestik.
Sejak John Herdman mengambil alih kepelatihan Timnas Indonesia, fokusnya bergeser ke pengembangan talenta yang berkarier di dalam negeri. Pelatih asal Selandia Baru tersebut menggelar training camp di Jakarta pada akhir Mei 2026 dengan 23 pemain, mayoritas berasal dari BRI Super League. Daftar pemain mencakup nama‑nama seperti Nadeo Argawinata, Ricky Kambuaya, Egy Maulana Vikri, dan Marselino Ferdinan yang menjadi satu‑satunya pemain yang berkarier di luar negeri.
Bernardo Tavares, yang sejak awal musim ini mengedepankan taktik pressing tinggi dan rotasi pemain, melihat peluang emas pada pemanggilan tersebut. Ia menempatkan Nadeo Argawinata (Borneo FC), Ricky Kambuaya (Dewa United), dan Marselino Ferdinan (AS Trencin) pada lini belakang serta lini tengah dalam tiga pertandingan pertama melawan Arema. Hasilnya, pertahanan Persebaya tampil solid, hanya kebobolan satu gol pada babak pertama sebelum mengubah taktik menjadi menyerang penuh.
Gol pembuka datang lewat serangan balik cepat yang dimotori oleh Thom Haye, bek tengah yang kini bermain untuk Persib Bandung dan juga menjadi bagian dari skuad nasional. Gol kedua diperoleh dari tendangan bebas yang dijalankan oleh Saddil Ramdani, pemain Persib yang masuk dalam daftar 23 pemain John Herdman. Gol ketiga dicetak oleh pemain muda Marselino Ferdinan, menandai debutnya di liga domestik dan menegaskan kemampuan adaptasinya di lapangan berumput hijau Indonesia. Gol keempat ditutup oleh Witan Sulaeman, menambah catatan impresif bagi pemain yang juga masuk dalam program persiapan Piala AFF 2026.
Penggunaan pemain Timnas dalam laga klub menimbulkan reaksi beragam di kalangan pengamat. Aris Budi Sulistyo, seorang pengamat sepak bola nasional, menilai langkah Bernardo Tavares sebagai “strategi cerdas yang sekaligus memberi motivasi ekstra bagi para pemain Garuda. Mereka kini merasakan tekanan dan ekspektasi yang sama seperti saat mengenakan jersey merah putih.” Ia menambahkan, “Jika pemain mampu tampil konsisten di level klub, maka transisi ke timnas akan lebih mulus, terutama menjelang Piala AFF 2026 yang menuntut performa maksimal.”
Sementara itu, John Herdman menyambut baik inisiatif tersebut. Dalam sebuah pernyataan tertulis, ia menegaskan pentingnya kolaborasi antara pelatih klub dan timnas. “Kami mengapresiasi kerja sama dengan Bernardo Tavares yang memberi kesempatan bermain kepada pemain kami di kompetisi domestik. Ini mempercepat proses pembelajaran mereka dan meningkatkan kualitas skuad nasional secara keseluruhan,” ujar Herdman.
Statistik pertandingan menunjukkan dominasi Persebaya dalam penguasaan bola (62%), tembakan ke gawang (14 kali), dan akurasi passing (84%). Arema, di sisi lain, hanya mampu menembus pertahanan dengan tiga peluang besar yang semuanya gagal memanfaatkan. Analisis taktis menyoroti peran penting pemain tengah seperti Ricky Kambuaya yang mengatur tempo permainan dan menciptakan ruang bagi penyerang untuk beraksi.
Keberhasilan ini tidak hanya menambah poin penting bagi Persebaya dalam perebutan gelar BRI Super League, tetapi juga memperkuat argumen bahwa kebijakan John Herdman untuk mengandalkan pemain domestik telah membuahkan hasil. Dengan Piala AFF 2026 yang semakin dekat, eksposur pemain di level klub diyakini akan memperkaya pilihan taktis Herdman dan meningkatkan peluang Indonesia mengangkat trofi pertama dalam sejarah turnamen.
Para pemain yang terlibat kini menantikan pemanggilan lebih lanjut ke timnas, dengan harapan dapat menambah menit bermain dalam kompetisi internasional. Sementara itu, Bernardo Tavares berjanji akan terus menguji kombinasi pemain guna menjaga performa tim tetap konsisten menjelang akhir musim.











