Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juni 2026 | Gempa bumi dengan magnitudo 6,7 yang mengguncang Sulawesi Tengah beberapa hari lalu telah menyebabkan kerusakan parah pada infrastruktur dan permukiman. Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), Letjen TNI Suharyanto, memastikan bahwa pemerintah segera membangun hunian sementara (huntara) bagi warga terdampak gempa di Kabupaten Sigi.
Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat akan diberikan dua pilihan, yakni menempati hunian sementara atau menerima dana tunggu hunian sebesar Rp 600.000 per bulan untuk setiap kepala keluarga selama proses pembangunan rumah permanen selesai. BNPB juga akan membantu operasional penanganan darurat, sementara pembangunan infrastruktur permanen akan dilakukan secara bertahap setelah kondisi wilayah terdampak dinyatakan stabil.
Selain itu, Badan Geologi Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) telah mengidentifikasi empat wilayah yang berpotensi mengalami likuefaksi usai gempa, yaitu Kabupaten Sigi, Kota Palu, Kabupaten Parigi Moutong, dan sebagian Kabupaten Poso. Likuefaksi ini berpotensi terjadi pada lapisan tanah berpasir jenuh air yang mengalami guncangan kuat.
Badan Geologi juga menekankan pentingnya penerapan penataan ruang dan mitigasi bencana berbasis kondisi geologi setempat guna mereduksi risiko kebencanaan pada masa mendatang. Sementara itu, BMKG mendeteksi adanya aktivitas seismik berupa rentetan gempa bumi dangkal berkekuatan kecil hingga menengah yang terjadi di sepanjang jalur aktif Sesar Kendeng dalam beberapa tahun terakhir.
Dalam menghadapi bencana alam ini, pemerintah dan masyarakat harus bekerja sama untuk mengurangi risiko dan dampak bencana. Pembangunan infrastruktur yang tahan gempa dan peningkatan kesadaran masyarakat tentang mitigasi bencana merupakan langkah-langkah penting dalam menghadapi ancaman bencana alam di masa depan.
Komite penanganan bencana juga harus terus memantau situasi dan melakukan evaluasi terhadap kebijakan dan tindakan yang telah diambil. Dengan demikian, diharapkan korban dan dampak bencana dapat diminimalkan, serta masyarakat dapat segera kembali ke kehidupan normal.











