Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Agustus 2026 | Gempa bumi berkekuatan magnitudo 7,1 yang mengguncang Prefektur Kumamoto, Jepang, pada Selasa (28/7/2026) lalu, telah menewaskan sedikitnya 38 orang. Ribuan warga masih mengungsi di 210 tempat pengungsian.
Pasokan air bersih masih terputus di lebih dari 69.000 rumah tangga dan tempat usaha di Kumamoto. Fasilitas kesehatan yang terdampak gempa juga masih berupaya memulihkan layanan.
Sebagai bentuk solidaritas, warga Tokyo berduyun-duyun ke toko oleh-oleh produk khas Prefektur Kumamoto di Tokyo untuk memborong produk-produk lokal dan memberikan donasi langsung kepada korban gempa.
Angka penjualan di Toko Ginza Kumamotokan melonjak drastis hingga lebih dari dua kali lipat dibandingkan penjualan pada hari libur di musim puncak. Beberapa produk kuliner tradisional Kumamoto menjadi yang paling diburu pengunjung, seperti Ikinari dango dan karashi renkon.
Operasi pencarian dan penyelamatan telah berakhir di pusat perbelanjaan Aeon, tempat tujuh pekerja tewas dan lima lainnya terluka akibat ledakan yang terjadi tidak lama setelah gempa mengguncang.
Jepang merupakan salah satu negara paling rawan gempa di dunia karena berada di sepanjang kawasan Cincin Api Pasifik (Pacific Ring of Fire). Negara tersebut mengalami sekitar 20 persen dari seluruh gempa bumi berkekuatan magnitudo 6,0 atau lebih besar yang terjadi di dunia.
Kondisi cuaca yang sangat panas juga memperburuk situasi, dengan sekitar 30 orang yang diduga mengalami gejala sengatan panas dilarikan ke rumah sakit. Pemerintah setempat memperingatkan bahwa tingkat kerusakan secara keseluruhan masih belum dapat dipastikan dan jumlah bangunan yang rusak kemungkinan akan meningkat secara signifikan seiring proses inspeksi yang masih berlanjut.
Kegiatan pemulihan infrastruktur masih berlangsung, dengan pemerintah pusat telah meminta perusahaan pemasok minyak meningkatkan distribusi ke Kumamoto. Pasokan bahan bakar yang dikirim diperkirakan mencapai empat kali lipat dari kebutuhan normal prefektur tersebut.
Dewan kesejahteraan sosial di Kota Mashiki telah membuka pusat relawan untuk membantu warga terdampak gempa. Sekitar 50 relawan telah mendaftar, dan sebagian di antaranya langsung membantu membersihkan rumah-rumah yang rusak setelah lebih dari 20 keluarga mengajukan permintaan bantuan.
Korban tewas akibat gempa bumi di Jepang terus bertambah, dengan total 38 orang. Ribuan warga masih mengungsi, dan kegiatan pemulihan infrastruktur masih berlangsung. Warga Tokyo berduyun-duyun ke toko oleh-oleh produk khas Prefektur Kumamoto untuk memberikan donasi langsung kepada korban gempa.









