Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juni 2026 | Gempa bumi tektonik dengan magnitudo 6,7 mengguncang wilayah Sulawesi Tengah, terutama Kabupaten Sigi, pada Selasa (16/6) pukul 10.27 WIB. Menurut data Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sigi, jumlah rumah rusak akibat gempa mencapai 2.319 unit, terdiri dari 1.966 rumah rusak ringan, 219 rumah rusak sedang, dan 134 rumah rusak berat.
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) juga mencatat adanya gempa dengan kekuatan magnitude (M) 3,4 di Tahuna Kepulauan Sangihe. Gempa tersebut berada di laut 126 km utara Tahuna Kepulauan Sangihe dan tidak berpotensi tsunami.
Sementara itu, Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Suharyanto telah bertolak ke lokasi terdampak gempa bumi di Sulawesi Tengah untuk memastikan seluruh tahapan penanganan darurat berjalan secara efektif dan tepat sasaran. BNPB juga mengambil alih komando penanganan bencana gempa bumi di Kabupaten Sigi.
Penanganan darurat gempa bumi di Sulawesi Tengah terus dilakukan oleh pemerintah dan berbagai pihak. Bantuan kemanusiaan dan dukungan penuh pemerintah pusat diberikan untuk perbaikan rumah milik warga yang mengalami kerusakan akibat gempa.
Kerusakan materiil akibat gempa bumi di Sulawesi Tengah cukup signifikan, dengan 1.995 unit rumah rusak ringan, 147 unit rumah rusak sedang, dan 73 unit rumah rusak berat. Fasilitas umum, pendidikan, perkantoran, dan tempat ibadah juga mengalami kerusakan.
BNPB menjamin dukungan penuh pemerintah pusat untuk perbaikan rumah milik warga yang mengalami kerusakan akibat gempa. Skema bantuan stimulan yang disiapkan meliputi Rp15 juta untuk rusak ringan, Rp30 juta untuk rusak sedang, dan Rp60 juta untuk kategori rusak berat atau dibangunkan rumah baru.
Penanganan darurat gempa bumi di Sulawesi Tengah terus dilakukan dengan efektif dan tepat sasaran. Dukungan pemerintah pusat dan berbagai pihak sangat penting untuk membantu masyarakat yang terkena dampak gempa.











