OLAHRAGA

AC Milan Kolaps, Namun Allegri Tetap Tenang: Apa Penyebabnya?

×

AC Milan Kolaps, Namun Allegri Tetap Tenang: Apa Penyebabnya?

Share this article
AC Milan Kolaps, Namun Allegri Tetap Tenang: Apa Penyebabnya?
AC Milan Kolaps, Namun Allegri Tetap Tenang: Apa Penyebabnya?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 05 Mei 2026 | AC Milan kini berada di posisi yang memprihatinkan dalam Serie A 2025-2026. Hingga pekan ke-35, tim asal Milan hanya mencatat 48 gol dalam 35 pertandingan, mencetak rekor gol terburuk dalam satu dekade terakhir. Statistik ini menempatkan Rossoneri jauh di belakang rival terdekat, seperti Como yang unggul lima poin, serta Roma yang semakin mendekat setelah mengalahkan Fiorentina 4-0.

Penurunan produktivitas terjadi secara konsisten, terutama pada paruh kedua musim. Dalam lima laga terakhir, Milan hanya berhasil mengumpulkan empat poin, dengan satu kemenangan dan tiga hasil imbang. Kekalahan 0-2 melawan Sassuolo di Stadion Mapei pada 3 Mei 2026 menambah keraguan mengenai kemampuan tim untuk kembali ke Liga Champions musim depan.

Serangkaian kegagalan mencetak gol juga terlihat pada lini depan. Luka Modrić, meskipun merupakan gelandang berpengalaman, terlihat frustasi pada pertandingan melawan Udinese pada 11 April 2026. Christian Pulisic belum mencetak gol sejak 28 Desember 2025, menandakan 126 hari tanpa gol. Rekrutan baru Niclas Füllkrug terakhir mencetak pada 18 Januari 2026, sementara Christopher Nkunku mengalami paceklik selama 69 hari sejak gol melawan Bologna pada 3 Februari 2026.

Santiago Giménez, yang kembali dari cedera, belum menemukan jaringan gawang sejak 9 Mei 2025, hampir setahun lamanya. Rafael Leão juga belum menambah gol sejak kemenangan 2-0 atas Cremonese pada 1 Maret. Kombinasi kegagalan ini membuat catatan gol Milan turun drastis dibandingkan musim 2016-17 (57 gol) dan 2017-18 (56 gol).

Di tengah krisis ini, pelatih Massimiliano Allegri menegaskan sikapnya yang tetap tenang. Dalam konferensi pers pasca kekalahan melawan Sassuolo, Allegri menyatakan, “Kami tetap tenang dan bekerja seperti biasanya. Fokus kami adalah memperbaiki detail teknis dan mentalitas tim, bukan terjebak pada statistik negatif.” Pernyataan tersebut mencerminkan pendekatan veteran yang mengutamakan stabilitas emosi pemain.

Allegri menekankan pentingnya proses rehabilitasi mental. Ia menegaskan bahwa tim harus mempercayai proses latihan intensif, memperbaiki transisi serangan, serta meningkatkan efektivitas peluang yang dihasilkan. Menurutnya, tekanan berlebihan dapat memperburuk situasi, sehingga menjaga ketenangan menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan diri pemain.

Strategi Allegri juga melibatkan rotasi pemain. Ia memberi kesempatan lebih banyak pada pemain muda seperti Davide Calabria untuk menambah jam bermain, sambil tetap mempertahankan peran veteran sebagai penuntun di lapangan. Selain itu, pelatih menginstruksikan perubahan taktik, beralih dari sistem 4-2-3-1 tradisional ke formasi 3-5-2 yang lebih menekankan penetrasi sayap dan kecepatan transisi.

Secara statistik, pergeseran taktik terlihat pada peningkatan penguasaan bola sebesar 3,2% dalam lima pertandingan terakhir, namun belum menghasilkan peningkatan signifikan dalam gol. Analisis menunjukkan bahwa peluang yang diciptakan masih cenderung berada di sisi kanan lapangan, sementara pertahanan lawan berhasil menutup ruang di area penalti.

Jika Milan tidak berhasil mengatasi krisis gol ini, konsekuensinya dapat berlanjut ke musim berikutnya. Tidak hanya berpotensi kehilangan tempat di Liga Champions, tetapi juga menurunkan pendapatan komersial dan daya tarik bagi pemain kelas dunia. Oleh karena itu, peran Allegri dalam menjaga ketenangan mental pemain menjadi faktor penentu.

Kesimpulannya, AC Milan sedang berada di titik terendah produktivitas gol dalam satu dekade, namun pelatih Massimiliano Allegri tetap menunjukkan ketenangan dan fokus pada perbaikan proses internal. Dengan mengimplementasikan rotasi, perubahan taktik, dan penekanan pada kestabilan mental, Milan berupaya mengembalikan performa mereka sebelum akhir musim berakhir.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *