Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 April 2026 | Bandara Internasional Yogyakarta (YIA) menyambut gelombang pertama keberangkatan jamaah haji tahun 2026 yang melibatkan 26 kloter dari Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) dan Jawa Tengah (Jateng). Di antara puluhan ribu calon jemaah, satu sosok mencuri perhatian: Mardijiyono Karto Sentono, warga Randusari, Karanganom, Bantul, yang berusia 103 tahun. Pada 2 Mei 2026, kakek berusia lebih dari satu abad ini akan menginjak tanah suci bersama kloter yang berangkat dari YIA, menjadikannya jemaah haji tertua di wilayah DIY‑Jateng.
Mardijiyono menghabiskan sebagian besar hidupnya sebagai petani dan peternak sapi. Keinginannya menunaikan haji sudah terpatri sejak muda, bahkan ibunya pernah mendorongnya untuk mendaftar. Karena biaya yang tinggi, sang kakek menabung selama puluhan tahun, menjual seekor sapi pada 2024 untuk menutupi sebagian biaya, lalu kembali menjual dua ekor sapi lagi pada 2025 demi melunasi sisa tarif haji sebesar Rp 26 juta. Meskipun sempat mengalami cedera kaki pada 2022 dan masuk rumah sakit pada 2025, Mardijiyono tetap tekun menjaga kesehatan dan berhasil lolos pemeriksaan medis yang diperlukan.
Keberangkatan Mardijiyono tidak terlepas dari upaya khusus pemerintah. Program khusus bagi jamaah berusia lanjut disiapkan oleh Kementerian Haji dan Umrah, memungkinkan calon haji senior yang telah melunasi biaya dapat berangkat pada tahun berikutnya. Dukungan keluarga, terutama putrinya Warjiyem (64 tahun), sangat membantu proses pendaftaran dan persiapan dokumen.
Sementara itu, YIA melaporkan bahwa kloter pertama berangkat pada 21 April 2026, mengangkut 360 calon haji dari Kabupaten Kulon Progo. Seluruh 26 kloter mencakup wilayah DIY (Kulon Progo, Sleman, Bantul, Gunungkidul, Kota Yogyakarta) serta Jateng (Kota Magelang, Kabupaten Kebumen, Kabupaten Magelang, Temanggung, Wonosobo, Kabupaten Purworejo). Penerbangan menggunakan Garuda Indonesia GA 6501, Airbus A330‑300, menuju Madinah.
Keberagaman usia juga tampak jelas di daerah lain. Di Semarang, misalnya, tercatat jemaah termuda berusia 15 tahun 7 bulan dan jemaah tertua berusia 86 tahun 10 bulan, menunjukkan semangat ibadah yang melintasi generasi. Di Purbalingga, jemaah tertua berusia 84 tahun, Siti Sopiyah, turut berangkat dalam kloter 68 bersama calon haji dari Kabupaten Sragen.
Berikut rangkuman singkat beberapa jemaah tertua yang berangkat pada musim haji 1447 H/2026:
- **Mardijiyono Karto Sentono** – 103 tahun, Bantul (DIY)
- Siti Sopiyah – 84 tahun, Desa Darma, Kertanegara (Purbalingga)
- Jemaah tertua di Semarang – 86 tahun 10 bulan, Kota Semarang
Keberangkatan para jemaah senior mendapat apresiasi khusus dari pihak penyelenggara. Mereka diberikan pendamping khusus selama perjalanan, serta pemeriksaan medis tambahan untuk memastikan kondisi fisik tetap optimal. Koordinasi melibatkan Angkasa Pura I, Kementerian Haji dan Umrah, TNI/Polri, serta lembaga kesehatan dan bea cukai.
Para jemaah, termasuk Mardijiyono, mengungkapkan rasa syukur yang mendalam. “Alhamdulillah, diberikan umur panjang dan kesempatan menunaikan ibadah haji,” ujar Mardijiyono dalam wawancara singkat di rumahnya. Keluarganya menambahkan bahwa keberangkatan ini menjadi puncak dari doa dan perjuangan selama puluhan tahun.
Dengan beragam usia, latar belakang, dan kisah perjuangan, musim haji 2026 menjadi saksi nyata semangat keagamaan yang tak mengenal batas usia. Pemerintah dan lembaga terkait berharap seluruh jemaah dapat kembali dengan selamat, sehat, dan menjadi haji yang mabrur.











