Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 11 Juni 2026 | Piala Dunia 2026 sebentar lagi akan dimulai, dan federasi sepak bola dunia FIFA tampaknya sedang menghadapi masalah. Dua negara dengan penonton terbanyak belum memiliki hak siar untuk acara ini. Ini menjadi perhatian besar karena Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia.
Menurut informasi yang diperoleh, laga pembuka Piala Dunia 2026 akan mempertemukan tim tuan rumah Meksiko melawan Afrika Selatan dalam pertandingan perdana Grup A pada Kamis, 11 Juni 2026. Pertandingan ini akan dimulai pukul 19.00 waktu setempat di Meksiko, atau pukul 02.00 WIB.
Sementara itu, FIFA juga menawarkan pengalaman baru bagi suporter dengan menghadirkan program berbayar yang memungkinkan nama penggemar tampil di layar stadion sebelum pertandingan dimulai. Program ini dinamakan “Super Shoutout”, dan biayanya sebesar 79 dolar AS atau sekitar Rp 1,4 juta per nama.
Piala Dunia 2026 juga akan menghadirkan wajah yang benar-benar berbeda dibanding edisi 2022 di Qatar. Mulai dari jumlah tim, format kompetisi, jumlah pertandingan, hingga lokasi penyelenggaraan, turnamen empat tahunan ini berubah besar-besaran. Pada Piala Dunia 2022, sebanyak 32 tim dibagi ke dalam delapan grup berisi empat tim, sedangkan pada Piala Dunia 2026, akan ada 48 tim yang dibagi ke dalam 12 grup berisi empat tim.
Dalam beberapa hari terakhir, Piala Dunia juga menjadi sasaran hoaks di media sosial. Salah satu contoh adalah munculnya klaim jimat Timnas Maroko saat pertandingan Piala Dunia Qatar 2022. Foto yang diklaim sebagai jimat Timnas Maroko beredar di media sosial, dan kemudian dikaitkan dengan jimat yang digunakan timnas Maroko saat pertandingan Piala Dunia Qatar 2022.
Wasit asal Somalia, Omar Abdulkadir Artan, juga menjadi perhatian karena absennya dalam gelaran Piala Dunia 2026. Ofisial pertandingan yang dinobatkan sebagai Wasit Terbaik Afrika 2025 itu dipastikan tidak akan bertugas setelah ditolak masuk ke Amerika Serikat.
Untuk mengatasi masalah ini, FIFA harus segera mengambil tindakan untuk memastikan bahwa semua negara dengan penonton terbanyak memiliki hak siar untuk Piala Dunia 2026. Ini akan membantu meningkatkan popularitas acara ini dan membuatnya lebih menarik bagi penggemar sepak bola di seluruh dunia.
Kesimpulan, Piala Dunia 2026 akan menjadi edisi terbesar sepanjang sejarah sepak bola dunia, dan FIFA harus segera mengatasi masalah yang dihadapi untuk memastikan kesuksesan acara ini.











