Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juli 2026 | SPMB Kepri telah menjadi sorotan belakangan ini. Ririn Warsiti, anggota Komisi IV DPRD Kepri, mengkritik kebijakan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau yang menjadikan Tes Kemampuan Akademik (TKA) sebagai satu-satunya dasar penilaian pada jalur prestasi Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027.
Menurut Ririn, persoalan bukan terletak pada penggunaan TKA sebagai instrumen seleksi, melainkan pada keputusan pemerintah daerah yang hanya menjadikan hasil tes Matematika dan Bahasa Indonesia sebagai penentu kelulusan jalur prestasi, tanpa mempertimbangkan nilai rapor.
Ririn menilai, mengabaikan nilai rapor berarti mengesampingkan rekam jejak akademik siswa yang dibangun melalui proses pembelajaran selama tiga tahun. Ia juga mempertanyakan alasan Dinas Pendidikan Kepri yang memilih hanya menggunakan TKA dengan pertimbangan lebih objektif dan menghindari potensi inflasi nilai rapor.
Sementara itu, SMA Negeri 1 Pangkalpinang telah membuka pendaftaran pembelajaran jarak jauh untuk tahun ajaran 2026/2027. Program Pendidikan Jarak Jauh (PJJ) ini bukan sekadar alternatif, melainkan sebuah inovasi strategis yang dirancang secara matang.
Di sisi lain, Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Kota Batam, Kepulauan Riau, mengoptimalkan peran bursa kerja khusus (BKK) di sekolah menengah kejuruan (SMK) dan perguruan tinggi. BKK tersebut telah membuka lowongan pekerjaan untuk lulusan SMK dan perguruan tinggi.
Kepala Disnaker Kota Batam, Yudi Suprapto, mengatakan bahwa BKK tersebut telah membantu menampung para lulusan SMK dan perguruan tinggi. Ia juga mengatakan bahwa BKK tersebut telah membantu meningkatkan serapan tenaga kerja di Kota Batam.
Dengan demikian, pendidikan jarak jauh dan bursa kerja khusus dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau.
Kesimpulan, SPMB Kepri perlu dievaluasi kembali untuk memastikan bahwa kebijakan yang diambil dapat meningkatkan kualitas pendidikan dan menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau. Pendidikan jarak jauh dan bursa kerja khusus dapat menjadi solusi untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan menyerap tenaga kerja di Kepulauan Riau.









