Pendidikan

Respons UGM Soal Rencana Penutupan Prodi dan Kisah Inspiratif Angel Penyandang Tunanetra yang Diterima di UGM

×

Respons UGM Soal Rencana Penutupan Prodi dan Kisah Inspiratif Angel Penyandang Tunanetra yang Diterima di UGM

Share this article
Respons UGM Soal Rencana Penutupan Prodi dan Kisah Inspiratif Angel Penyandang Tunanetra yang Diterima di UGM
Respons UGM Soal Rencana Penutupan Prodi dan Kisah Inspiratif Angel Penyandang Tunanetra yang Diterima di UGM

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juli 2026 | Universitas Gadjah Mada (UGM) kembali menjadi sorotan publik, kali ini terkait rencana penutupan program studi (prodi) di beberapa fakultas. Namun, di tengah kontroversi tersebut, UGM juga memiliki kisah inspiratif tentang Angel, seorang penyandang tunanetra yang berhasil diterima di UGM melalui Seleksi Nasional Berdasarkan Tes (SNBT) tahun 2026.

Angel, yang berusia 17 tahun, membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan untuk meraih impian. Dengan bantuan keluarga dan dukungan penuh, Angel berhasil masuk ke Prodi Sosiologi Fisipol UGM, yang merupakan rekomendasi dari gurunya di BOPKRI 2 Yogyakarta.

Sementara itu, kontroversi gaji dosen di beberapa perguruan tinggi negeri juga menjadi perhatian. Dr. Cenuk Widyastrana Sayekti, dosen non-PNS Universitas Airlangga, mengungkapkan bahwa gaji pokoknya hanya sekitar Rp 2,6 juta per bulan, yang dinilai sangat memprihatinkan mengingat kualifikasi akademiknya yang tinggi.

Pihak Unair kemudian melakukan klarifikasi dengan membentangkan nominal pendapatan dosen non-PNS Unair, yang dapat mencapai Rp 16 juta per bulan. Namun, narasi ini dinilai kurang akurat karena belum mempertimbangkan proses sertifikasi dan kelayakan dosen baru untuk menerima serdos.

Kisah Angel dan kontroversi gaji dosen di beberapa perguruan tinggi negeri ini menjadi peringatan bahwa pendidikan dan kualitas hidup dosen masih perlu diperhatikan dan ditingkatkan. UGM, sebagai salah satu perguruan tinggi terkemuka di Indonesia, diharapkan dapat menjawab tantangan ini dan memberikan contoh yang baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen.

Dalam beberapa tahun terakhir, UGM telah melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen, termasuk dengan membuka program-program baru dan meningkatkan gaji dosen. Namun, masih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk memastikan bahwa UGM dapat terus menjadi perguruan tinggi yang unggul dan berkelanjutan.

Oleh karena itu, UGM perlu terus memperhatikan dan meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen, serta memberikan contoh yang baik dalam meningkatkan kualitas pendidikan dan kesejahteraan dosen di Indonesia.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *