HUKUM

Komisaris dan Kasus Korupsi: KPK Periksa Rita Widyasari dan Bos Koinworks Ditahan

×

Komisaris dan Kasus Korupsi: KPK Periksa Rita Widyasari dan Bos Koinworks Ditahan

Share this article
Komisaris dan Kasus Korupsi: KPK Periksa Rita Widyasari dan Bos Koinworks Ditahan
Komisaris dan Kasus Korupsi: KPK Periksa Rita Widyasari dan Bos Koinworks Ditahan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 06 Juni 2026 | Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memeriksa mantan Bupati Kartanegara Rita Widyasari sebagai saksi pada 3 Juni 2026, untuk mendalami hubungannya dengan tiga korporasi yang telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan gratifikasi terkait produksi batu bara di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.

Selain Rita, KPK juga mendalami hal yang sama saat memeriksa pengusaha Robert Priantono Bonosusatya dan advokat Noval Elfarveisa sebagai saksi kasus tersebut. Dalam perkara tersebut, KPK sebelumnya menetapkan Rita Widyasari, Direktur Utama PT Sawit Golden Prima Hery Susanto Gun, dan Komisaris PT Media Bangun Bersama Khairudin sebagai tersangka dugaan gratifikasi di Kutai Kartanegara pada 28 September 2017.

Rita diduga menerima suap sebesar Rp6 miliar terkait pemberian izin lokasi perkebunan kelapa sawit kepada PT Sawit Golden Prima di Desa Kupang Baru, Kecamatan Muara Kaman. Pada 16 Januari 2018, KPK kembali menetapkan Rita dan Khairudin sebagai tersangka dugaan tindak pidana pencucian uang.

Selain kasus tersebut, Otoritas Jasa Keuangan (OJK) juga bergerak menanggapi kasus dugaan korupsi penyaluran kredit yang melibatkan PT Lunaria Annua Teknologi (PT LAT/KoinP2P) atau KoinWorks. Dalam kasus ini, tiga orang telah ditetapkan tersangka dan ditahan, yakni BAA selaku Direktur Operasional PT LAT pada 2021 sampai sekarang, BH selaku Direktur Utama PT LAT 2015 sampai 2022 dan Komisaris PT LAT 2022 sampai sekarang, dan JB selaku Direktur Utama PT LAT pada tahun 2024 sampai sekarang.

Ketua Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) Friderica Widyasari Dewi mengatakan telah memanggil para pemegang saham perusahaan pinjaman daring (pindar) tersebut. Pemanggilan para pemegang saham ini bertujuan untuk tanggung jawab dalam hal operasional perusahaan.

Di sisi lain, PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) membukukan kinerja positif pada tiga bulan pertama tahun ini. Hingga Maret 2026, laba bersih perseroan secara konsolidasian tumbuh 3,83% secara tahunan menjadi Rp14,68 triliun, dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp14,14 triliun.

Raihan laba BCA pada periode ini didorong oleh pendapatan bunga bersih yang naik tipis 0,04% YoY menjadi Rp21,15 triliun, dari kuartal I/2025 sebesar Rp21,14 triliun. Pendapatan komisi/provisi/fee dan administrasi yang tumbuh 8,65% YoY turut mendorong kinerja laba pada periode ini.

Dalam kesimpulan, kasus korupsi yang melibatkan komisaris dan pengusaha terus menjadi perhatian serius bagi lembaga penegak hukum di Indonesia. KPK dan OJK terus berupaya untuk mengungkap dan menindak kasus-kasus korupsi yang merugikan keuangan negara dan masyarakat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *