HUKUM

Kasus Korupsi Pembiayaan Batu Bara PLN: Tiga Tersangka Ditetapkan

×

Kasus Korupsi Pembiayaan Batu Bara PLN: Tiga Tersangka Ditetapkan

Share this article
Kasus Korupsi Pembiayaan Batu Bara PLN: Tiga Tersangka Ditetapkan
Kasus Korupsi Pembiayaan Batu Bara PLN: Tiga Tersangka Ditetapkan

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 21 Juli 2026 | Kasus korupsi pembiayaan batu bara PT Perusahaan Listrik Negara (PLN) kembali mencuat. Kortastipidkor Polri menetapkan tiga tersangka dalam perkara dugaan tindak pidana korupsi terkait pemberian fasilitas pembiayaan invoice financing oleh PT Perusahaan Pengelola Aset (PPA) kepada PT Bintang Abadi Sempurna (BAS) untuk proyek pengadaan batu bara bagi PT PLN Batubara pada periode 2019-2020.

Menurut Kabag Ops Kortastipidkor Polri Kombes Ahmad Yusuf Afandi, perkara ini bermula dari pemberian fasilitas pembiayaan senilai Rp 50 miliar kepada PT BAS melalui skema invoice financing. Namun, dana yang akhirnya dicairkan mencapai sekitar Rp 67,31 miliar melalui delapan kali pencairan.

Hasil penyidikan menemukan adanya dugaan penyimpangan dari proses pemberian modal tersebut. Ada empat modus yang dilakukan para pelaku untuk mengakali pencairan suntikan modal, yaitu tidak dijalankannya proses due diligence dan analisis risiko, dokumen invoice dan dokumen pendukung tidak diverifikasi keabsahannya, pengawasan terhadap mekanisme cash collateral diabaikan, dan pencairan tahap akhir diduga dilakukan rekayasa rekening koran atau bank statement.

Perkara ini merugikan keuangan negara sebesar Rp 38,9 miliar, berdasarkan laporan hasil pemeriksaan investigatif kerugian keuangan negara oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Kortastipidkor Polri menegaskan bahwa perkara ini tidak berkaitan dengan kasus dugaan korupsi pengadaan batu bara yang diduga menyebabkan pemadaman listrik dan kini tengah ditangani Kejaksaan Agung.

Sementara itu, di bidang industri otomotif, PT Isuzu Astra Motor Indonesia (IAMI) terus meningkatkan penggunaan komponen lokal pada kendaraan yang diproduksi di Indonesia. Langkah tersebut sejalan dengan komitmen perusahaan dalam mendukung industri otomotif nasional melalui peningkatan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN). Saat ini, kendaraan yang diproduksi di Isuzu Karawang Plant telah memiliki kandungan lokal yang cukup tinggi.

Isuzu Traga menjadi model dengan TKDN terbesar, yakni mencapai 46,45 persen, disusul Isuzu GIGA sebesar 38,07 persen, dan Isuzu ELF sebesar 33,04 persen. Peningkatan TKDN menjadi salah satu bentuk kontribusi perusahaan terhadap penguatan industri manufaktur nasional.

Di sisi lain, industri otomotif China masih menghadapi tekanan meski penjualan kendaraan listrik dan ekspansi ke berbagai negara terus berlangsung. Hal itu terlihat dari proyeksi kinerja keuangan sejumlah produsen mobil besar yang menunjukkan penurunan laba, bahkan sebagian diperkirakan mencatat kerugian pada semester pertama 2026.

GAC Group, salah satu produsen mobil China, memproyeksikan rugi bersih sebesar 4,06 miliar hingga 4,57 miliar yuan pada paruh pertama tahun ini. Sementara itu, Changan Automobile dan Great Wall Motor masih diperkirakan membukukan laba, namun nilainya diproyeksikan turun lebih dari separuh dibandingkan periode yang sama tahun lalu.

Kesimpulan, kasus korupsi pembiayaan batu bara PLN merupakan perkara serius yang merugikan keuangan negara. Sementara itu, industri otomotif nasional terus berupaya meningkatkan penggunaan komponen lokal dan mendukung penguatan industri manufaktur nasional. Industri otomotif China juga menghadapi tekanan dan penurunan laba, namun masih terus berusaha meningkatkan penjualan kendaraan listrik dan ekspansi ke berbagai negara.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *