Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 20 Juli 2026 | Pengacara Hotman Paris Hutapea akhirnya menyampaikan permintaan maaf kepada wartawan dan organisasi pers setelah menuai kritik atas ucapannya yang dinilai merendahkan profesi wartawan. Hotman menjadi sorotan setelah ia menjawab pertanyaan wartawan dengan kalimat yang terdengar kasar.
Hotman menjelaskan bahwa ia sedang emosi karena diberondong dengan dua pertanyaan yang sudah diakui tidak bisa dijawabnya karena bukan kapasitasnya. Ia berdalih bahwa pernyataannya tersebut tidak dikutip secara utuh oleh media, sehingga hanya bagian akhir yang dianggap merendahkan profesi wartawan yang dipublikasikan.
Menurut Hotman, awalnya ada wartawan menanyakan kepadanya tentang adanya hidden agenda atau acara tersembunyi dari sebuah institusi dalam kasus mantan Jaksa Agung Muda Tindak Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah. Hotman mengaku telah menjawab bahwa dirinya tidak mengetahui dan tidak memiliki kapasitas untuk memberikan penilaian.
Setelah itu, wartawan kedua bertanya apakah instansi tersebut melakukan kegeliruan. Hotman mengaku emosi karena sudah menjawab tidak tahu, dan kemudian ia melontarkan kalimat yang dinilai merendahkan profesi wartawan. Hotman menyatakan bahwa ia tidak memiliki niat apapun terkait pernyataannya tersebut, dan bahwa ia sangat dekat dengan wartawan.
Serikat Wartawan Senior Indonesia (SWSI) menegaskan hak wartawan untuk mengajukan pertanyaan kepada narasumber merupakan bagian dari pelaksanaan Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. SWSI mendesak proses penegakan hukum perkara Jampidsus berjalan secara profesional, transparan, dan menjunjung tinggi asas kesetaraan di depan hukum.
Ketua Umum SWSI Wahyu Muryadi menuntut Hotman Paris meminta maaf atas pernyataan yang merendahkan profesi wartawan. SWSI menilai perkara yang diduga melibatkan Febrie Adriansyah telah menjadi perhatian publik karena menyangkut kredibilitas lembaga penegak hukum, penerapan asas equality before the law, serta kepercayaan masyarakat terhadap sistem peradilan.
Dalam kesimpulan, Hotman Paris telah menyampaikan permintaan maaf atas pernyataannya yang dinilai merendahkan profesi wartawan. Ia menjelaskan bahwa pernyataannya tersebut tidak dikutip secara utuh dan bahwa ia sedang emosi karena diberondong dengan pertanyaan yang tidak bisa dijawabnya. SWSI menegaskan hak wartawan untuk mengajukan pertanyaan dan mendesak proses penegakan hukum berjalan secara profesional dan transparan.







