Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 16 Juni 2026 | Di Kolkata, India, proses pemilu untuk Kolkata Municipal Corporation (KMC) akan dilaksanakan pada bulan Desember tahun ini. Hal ini diumumkan oleh Kepala Menteri Bengal Barat, Suvendu Adhikari, setelah penundaan delimitasi wilayah pemilihan. KMC saat ini berada di bawah pengawasan administrator setelah pengunduran diri Wali Kota Firhad Hakim pada awal bulan ini.
Adhikari menekankan pentingnya KMC dalam fungsi dasar kota dan layanan darurat, serta menyatakan bahwa layanan ini harus melampaui garis-garis politis. Ia juga berpartisipasi dalam sebuah acara bersama dengan mantan walikota Firhad Hakim dan anggota dewan yang telah mengundurkan diri, menunjukkan upaya untuk mempertahankan stabilitas di tubuh pemerintahan setempat.
Sementara itu, di Sulawesi, hakim menolak permohonan praperadilan Bupati Sitaro, Chyntia Kalangit, yang ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus korupsi dana siap pakai pasca bencana erupsi Gunung Api Ruang. Keputusan ini mempertahankan status tersangka Chyntia dalam kasus tersebut.
Dalam konteks yang berbeda, Aalim Hakim, seorang penata rambut terkenal, baru-baru ini meluncurkan koleksi kacamata yang dikenakan oleh Akash Ambani, putra mucul dari keluarga bisnis terkemuka di India. Ini menunjukkan peran hakim atau tokoh terkenal dalam berbagai aspek kehidupan, baik dalam hukum, politik, maupun mode.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa ini menunjukkan bahwa peran hakim, baik dalam konteks hukum maupun dalam pengertian yang lebih luas sebagai pemimpin atau tokoh masyarakat, sangat penting dalam menentukan arah dan stabilitas suatu masyarakat atau pemerintahan. Dari pemilu di Kolkata hingga praperadilan di Sulawesi, dan dari hukum ke mode, peran hakim atau pemimpin terkemuka membantu membentuk wajah suatu bangsa dan masyarakat.











