Ekonomi

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Apa yang Mendorong Penguatan Ini?

×

Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Apa yang Mendorong Penguatan Ini?

Share this article
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Apa yang Mendorong Penguatan Ini?
Rupiah Menguat Terhadap Dolar AS, Apa yang Mendorong Penguatan Ini?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Juli 2026 | Mata uang rupiah mengalami penguatan terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini, Jumat, 3 Juli 2026. Rupiah membuka perdagangan di level Rp 17.950 per dolar AS, menguat 0,25% atau 45 poin dibandingkan penutupan sebelumnya.

Penguatan rupiah ini dipengaruhi oleh pelemahan dolar AS setelah rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih lemah dari ekspektasi pasar. Data Non-Farm Payrolls (NFP) AS menunjukkan penambahan 57 ribu lapangan kerja, jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar sebesar 113 ribu.

Menurut analis, penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas karena minat investor asing terhadap pasar keuangan domestik belum sepenuhnya pulih. Rupiah diprediksi bergerak di kisaran Rp 17.900-Rp 18.000 per dolar AS pada perdagangan hari ini.

Sentimen utama berasal dari data Non-Farm Payrolls AS periode Juni 2026 yang hanya mencatat penambahan 57 ribu lapangan kerja, jauh lebih rendah dibandingkan ekspektasi pasar. Meski demikian, tingkat pengangguran AS justru turun menjadi 4,2%, sehingga pelaku pasar masih akan mencermati arah kebijakan suku bunga Federal Reserve (The Fed).

Rupiah juga mendapat dukungan dari membaiknya sentimen di kawasan Asia-Pasifik. Aktivitas manufaktur dan sektor jasa di Australia maupun Jepang menunjukkan perbaikan.

Nilai tukar rupiah diperkirakan berpeluang menguat terhadap dolar Amerika Serikat (AS) pada perdagangan hari ini. Pelemahan dolar AS dipicu oleh rilis data ketenagakerjaan AS yang lebih rendah dari ekspektasi pasar, meski penguatan rupiah diperkirakan masih terbatas akibat sentimen investor asing terhadap pasar domestik yang belum sepenuhnya pulih.

Analisis ini menunjukkan bahwa penguatan rupiah terhadap dolar AS masih tergantung pada beberapa faktor, termasuk sentimen investor asing dan kebijakan moneter AS. Oleh karena itu, penting untuk terus memantau perkembangan ekonomi global dan domestik untuk memprediksi pergerakan rupiah di masa depan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *