Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Juli 2026 | Hubungan antara Armenia dan Kazakhstan telah memasuki fase yang kompleks akhir-akhir ini. Armenia, yang merupakan anggota Eurasian Economic Union (EEU), telah menghadapi tekanan dari Rusia untuk memilih antara integrasi dengan Uni Eropa atau tetap menjadi bagian dari EEU. Sementara itu, Kazakhstan, yang juga merupakan anggota EEU, telah menunjukkan kemajuan dalam pengembangan ekonomi digitalnya, termasuk melalui peluncuran Freedom SuperApp yang telah mencapai 5,67 juta pengguna.
Perusahaan Freedom Holding Corp. baru-baru ini mendapatkan persetujuan dari otoritas perbankan Turki untuk mengakuisisi bank Turki, yang diharapkan dapat memperkuat posisi perusahaan di pasar Eurasia. Langkah ini juga menunjukkan minat perusahaan untuk memperluas jaringannya ke wilayah lain, termasuk Armenia dan negara-negara lain di kawasan.
Di sisi lain, Armenia telah menghadapi kesulitan ekonomi akibat embargo yang diberlakan Rusia terhadap produk-produk pertanian dan minuman Armenia. Pemerintah Armenia berusaha untuk mengatasi dampak ini dengan mencari bantuan dari Uni Eropa dan mengembangkan strategi untuk meningkatkan ekspor ke pasar lain.
Peran Google dalam kawasan ini juga patut diperhatikan, terutama dengan pengangkatan Coob Ads sebagai perwakilan penjualan resmi Google Ads di beberapa negara, termasuk Armenia, Azerbaijan, dan Uzbekistan. Ini membuka peluang bagi perusahaan lokal untuk meningkatkan kemampuan digital pemasaran mereka dan memperluas jangkauan pasar.
Di tengah persaingan ekonomi dan politik ini, baik Armenia maupun Kazakhstan harus berhati-hati dalam mengelola hubungan mereka dengan negara-negara lain dan memanfaatkan peluang yang ada untuk memajukan perekonomian mereka. Dengan demikian, mereka dapat mempertahankan posisi mereka di kawasan dan meningkatkan kesejahteraan rakyat mereka.











