Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Agustus 2026 | Indeks MSCI Global Standard mengalami perubahan dengan pengeluaran dua saham Indonesia, yaitu PT Charoen Pokphand Indonesia Tbk (CPIN) dan PT GoTo Gojek Tokopedia Tbk (GOTO). Sementara itu, sebanyak sembilan saham Indonesia masih bertahan dalam indeks tersebut, termasuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), dan PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI).
Perubahan ini berlaku setelah penutupan perdagangan 31 Agustus 2026 dan efektif pada 1 September 2026. MSCI juga mengumumkan bahwa tidak ada saham baru yang ditambahkan ke indeks tersebut. Selain itu, MSCI mengeluarkan sembilan saham dari MSCI Global Small Cap Index, termasuk PT Bank Jago Tbk (ARTO), PT Bukalapak.com Tbk (BUKA), dan PT ESSA Industries Indonesia Tbk (ESSA).
Di sisi lain, Prajogo Pangestu kembali menjadi orang terkaya di Indonesia menurut Forbes, dengan kekayaan sebesar US$17,5 miliar atau sekitar Rp312,6 triliun. Sementara itu, indeks harga saham gabungan (IHSG) berpeluang menguat terbatas pada perdagangan saham, dengan target 6.440-6.544.
IHSG sempat dibuka menguat ke posisi 6.388,23, namun kemudian terkoreksi menuju level 6.343,41. Saat ini, IHSG masih tertahan di zona merah dengan melemah 0,33% atau turun 19,44 poin ke level 6.357,62.
Analisis teknis menunjukkan bahwa IHSG berada di level support 6.201 dan level resistance 6.454. Rekomendasi saham yang dipilih oleh analis termasuk PT Barito Pacific Tbk (BRPT), PT XL Axiata Tbk (EXCL), dan PT Unilever Indonesia Tbk (UNVR).
Kesimpulan, perubahan indeks MSCI dan performa IHSG menunjukkan bahwa pasar saham Indonesia masih bergerak dinamis. Dengan demikian, investor perlu memantau perkembangan terkini dan melakukan analisis yang tepat sebelum membuat keputusan investasi.











