Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 03 Juni 2026 | Harga dolar AS terus menguat, menyebabkan rupiah melemah. Kondisi ini berdampak pada harga emas dan barang lainnya. PT Hartadinata Abadi Tbk (HRTA) menyatakan bahwa pergerakan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS menjadi faktor penting yang menentukan perkembangan harga emas di dalam negeri sepanjang 2026.
Direktur Utama Hartadinata Abadi, Sandra Sunanto, mengatakan bahwa harga emas domestik tidak hanya dipengaruhi oleh tren harga emas global, tetapi juga sangat bergantung pada kondisi kurs rupiah. "Ada satu hal yang perlu kita amati adalah bagaimana nilai tukar rupiah terhadap USD, karena perlu saya ingatkan bahwa harga emas di Indonesia juga sangat tergantung bukan hanya pada gold spot atau harga emas dunia, tapi juga pada kurs rupiah kita terhadap US$," kata Sandra.
Sementara itu, nilai tukar rupiah terhadap dolar AS terus melemah, bahkan telah menyentuh angka Rp 17.958 per dolar AS. Kondisi ini berdampak pada harga barang-barang kebutuhan sehari-hari, seperti minyak goreng, gula pasir, dan beras. Harga-harga tersebut mengalami kenaikan yang cukup signifikan akibat imbas penurunan nilai tukar rupiah.
Pengamat Ekonomi, Mata Uang dan Komoditas Ibrahim Assuaibi menuturkan, pelemahan rupiah dipengaruhi kombinasi faktor eksternal dan internal yang meningkatkan permintaan dolar AS di pasar. Ibrahim menuturkan, penguatan harga minyak mentah dunia menjadi salah satu faktor utama yang membebani rupiah.
Harga emas dunia juga sedikit naik pada perdagangan Selasa, 2 Juni 2026. Kenaikan tersebut dibatasi oleh meningkatnya ketidakpastian mengenai keadaan dan cakupan pembicaraan perdamaian antara AS dan Iran di tengah pesan yang beragam dari kedua pihak.
Kondisi ini berdampak pada harga mobil baru, yang dinilai mampu mendorong pabrikan mengerek harga mobil baru guna menyesuaikan nilai tukar terkini. Namun, Sekretaris Umum Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo) Kukuh Kumara mengatakan bahwa kondisi nilai tukar saat ini tidak serta merta membuat harga mobil langsung bergerak naik.
Menurut Kukuh, industri juga memikirkan efek jangka panjangnya. "Biasanya pelaku industri otomotif itu enggak segampang itu 'oh ini naik, hari ini kita (naikkan harga mobil)'. Kan kita bukan kayak fast moving things, perlu penghitungan," kata Kukuh.
Kesimpulan, harga dolar AS yang terus menguat menyebabkan rupiah melemah, yang berdampak pada harga emas dan barang lainnya. Industri otomotif juga terkena dampak dari kondisi ini, namun belum ada rencana untuk menaikkan harga mobil baru.











