Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Presiden Prabowo Subianto telah mengumumkan rencana ambisius untuk meningkatkan penggunaan bahan bakar ramah lingkungan di Indonesia. Salah satu strategi yang dipilih adalah memperbanyak penggunaan etanol sebagai campuran bensin, dengan target mencapai 20% (E20) pada tahun-tahun mendatang.
Rencana ini diungkapkan saat Presiden Prabowo Subianto menghadiri acara panen raya tebu di Malang, Jawa Timur. Menurutnya, Indonesia sudah memulai langkah menuju E10, yaitu bensin yang dicampur dengan 10% etanol. Namun, untuk mencapai target E20, diperlukan peningkatan kapasitas produksi etanol secara signifikan.
Untuk itu, Presiden Prabowo Subianto berencana membangun minimal 30 pabrik etanol baru, bahkan hingga 50 pabrik jika memungkinkan. Langkah ini diharapkan dapat meningkatkan produksi etanol domestik dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar minyak (BBM) impor.
Presiden juga menyebutkan bahwa India sudah mencapai E20, sementara Brasil telah mencapai E100. Dengan demikian, Indonesia tidak memiliki alasan untuk tidak bisa mencapai target serupa. Dengan memperbanyak penggunaan etanol, diharapkan Indonesia dapat mengurangi emisi gas rumah kaca dan menghasilkan energi yang lebih bersih.
Langkah ini merupakan bagian dari upaya pemerintah untuk meningkatkan kemandirian energi dan mengurangi ketergantungan pada bahan bakar impor. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan ketahanan energinya dan mengurangi dampak lingkungan yang negatif.
Dalam beberapa pekan ke depan, Indonesia juga akan meluncurkan motor listrik nasional, yang merupakan langkah lain dalam upaya meningkatkan penggunaan energi yang lebih bersih dan ramah lingkungan.
Presiden Prabowo Subianto menegaskan bahwa Indonesia harus terus berinovasi dan meningkatkan kapasitas produksi untuk mencapai target-target yang telah ditetapkan. Dengan demikian, Indonesia dapat meningkatkan kesejahteraan masyarakat dan menghadapi tantangan global dengan lebih percaya diri.









