BERITA

Marinir TNI AL Siap Latihan Gabungan Bersama Australia, Penguatan Kerja Sama Militer

×

Marinir TNI AL Siap Latihan Gabungan Bersama Australia, Penguatan Kerja Sama Militer

Share this article
Marinir TNI AL Siap Latihan Gabungan Bersama Australia, Penguatan Kerja Sama Militer
Marinir TNI AL Siap Latihan Gabungan Bersama Australia, Penguatan Kerja Sama Militer

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 19 Juli 2026 | Tim Survei Latihan Gabungan Bersama (Latgabma) Keris Woomera 2026 melakukan peninjauan kawasan latihan di Pusat Latihan Pertempuran Marinir (Puslatpurmar) 5 Baluran, Situbondo. Kegiatan ini dilakukan sebagai persiapan pelaksanaan latihan yang dijadwalkan berlangsung pada Oktober mendatang.

Tim survei yang terdiri atas 40 personel TNI dan 24 personel Australian Defence Force (ADF) dipimpin oleh Kolonel Laut (P) Wahyu Endriawan. Kedatangan rombongan diterima oleh Komandan Puslatpurmar 5 Baluran, Letkol Marinir Yusman Efendi, M.Tr., Opsla, di Markas Komando (Mako) Puslatpurmar 5 Baluran.

Selain itu, Korps Marinir TNI AL juga berupaya mempererat hubungan dan kerja sama militer dengan jajaran Marinir Amerika Serikat atau US Marine. Upaya penguatan kerja sama ini dilakukan kala Komandan Pasmar 2, Mayor Jenderal TNI (Mar) Oni Junianto, bersama Wakil Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Waasops Kasal) Laksamana Pertama TNI Mochammad Riza dan Kapuskodal TNI AL Kolonel Laut (P) Rio Henrymuko menghadiri RIMPAC Distinguished Visitors (DV) Day dalam rangka latihan multilateral Rim of the Pacific (RIMPAC) 2026 di Hawaii.

Dalam kesempatan tersebut, Oni Junianto dan pejabat TNI lainnya berkesempatan untuk meninjau kapal serbu amfibi USS Essex (LHD-2) serta menerima paparan mengenai kemampuan operasional dan kesiapan tempur kapal. Dengan adanya kunjungan ini dan keterlibatan Marinir TNI AL di Rimpac, Oni berharap hubungan Indonesia dengan Amerika Serikat dan seluruh negara sahabat semakin kuat.

Di sisi lain, Marinir AS juga melakukan operasi di Teluk Oman, Kamis (16/7), dengan mencegat lalu menaiki kapal M/T Wen Yao. Operasi ini dilakukan sebagai bagian dari upaya untuk memastikan keamanan di wilayah tersebut.

Sementara itu, seorang pilot elite TOPGUN, David "Chip" Berke, mengungkapkan bahwa jet tempur favoritnya adalah F-22 Raptor. Berke merupakan lulusan program elite Navy Fighter Weapons School yang dikenal luas sebagai TOPGUN dan telah menerbangkan berbagai jenis jet tempur, termasuk F-16 Fighting Falcon, F/A-18 Hornet, F-35 Lightning II, dan F-22 Raptor.

Dalam konteks kesehatan, seorang guru di Ngada, Leonardus Ago, mengidap penyakit langka selama lebih kurang 3 tahun. Kondisi tersebut membuat Leonardus tidak lagi menjalankan tugasnya sebagai seorang pendidik. Setelah menjalani serangkaian pemeriksaan oleh tim dokter, diputuskan bahwa Leonardus harus menjalani tindakan operasi amputasi.

Kesimpulan, kegiatan latihan gabungan bersama antara TNI AL dan Australia, serta upaya penguatan kerja sama militer dengan Amerika Serikat, menunjukkan komitmen Indonesia untuk meningkatkan kemampuan pertahanan dan keamanan. Selain itu, kisah pilot elite TOPGUN dan guru di Ngada yang mengidap penyakit langka, mengingatkan kita akan pentingnya memperhatikan kesehatan dan keselamatan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *