Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 24 Mei 2026 | PT Kereta Api Indonesia (KAI) berencana mengembangkan kawasan Manggarai menjadi pusat bisnis baru di Jakarta. Kawasan seluas 62 hektare itu dirancang menjadi central business district (CBD) yang konsepnya bakal menyerupai Sudirman Central Business District (SCBD). Direktur Utama KAI Bobby Rasyidin mengatakan kawasan tersebut nantinya tidak hanya berisi apartemen murah, tetapi juga pengembangan kawasan Manggarai akan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD) yang terintegrasi dengan transportasi publik, kawasan komersial, pusat bisnis, fasilitas olahraga, hingga area hiburan.
Di sisi lain, Sun Hung Kai Properties (SHKP) telah menjual semua 87 unit yang ditawarkan di proyek Lime Spark di Tsuen Wan, Hong Kong. Salah satu pembeli bahkan mengeluarkan lebih dari HK$40 juta (US$5,1 juta) untuk membeli enam unit dua kamar tidur. Ini menunjukkan bahwa pasar properti di Hong Kong masih aktif dan menarik bagi investor.
Konsep pembangunan kawasan Manggarai ini merupakan arahan langsung dari Presiden Prabowo Subianto. Bahkan dalam arahannya, Prabowo meminta untuk dibangun convention hall hingga hotel bintang lima. KAI juga akan memulai pembangunan (groundbreaking) hunian layak dan murah di kawasan Stasiun Manggarai pada Juli 2026.
Proyek ini digarap melalui anak usaha KAI yakni PT KA Properti Manajemen dan ditargetkan selesai akhir 2027. Direktur Komersial PT KA Properti Manajemen Endiyanto mengatakan, proyek rumah murah ini akan dibangun di atas lahan milik KAI seluas 2,1 hektare dengan konsep hunian vertikal setinggi 24 lantai sebanyak tujuh tower.
Hunian di Blok G akan dibangun 1.210 unit hunian untuk Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) dan Masyarakat Berpenghasilan Tertentu (MBT). Sementara itu, di Blok F akan dibangun 3.432 unit hunian dengan konsep yang lebih premium dibandingkan Blok G.
Dalam beberapa waktu terakhir, pasar properti di berbagai negara mulai menunjukkan tanda-tanda pemulihan. Di Hong Kong, penjualan properti baru meningkat, sementara di Indonesia, pembangunan kawasan baru seperti Manggarai menjadi sorotan. Ini menunjukkan bahwa industri properti masih memiliki potensi besar untuk berkembang dan menjadi motor perekonomian.
Kesimpulan dari pembangunan kawasan Manggarai dan penjualan properti di Hong Kong ini adalah bahwa industri properti masih sangat penting dan memiliki potensi besar untuk berkembang. Dengan konsep pembangunan yang tepat dan lokasi yang strategis, proyek-proyek properti dapat menjadi magnet bagi investor dan masyarakat, sehingga mendorong pertumbuhan ekonomi dan meningkatkan kualitas hidup masyarakat.











