Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Mei 2026 | Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) dibuka menguat ke posisi Rp17.653 pada perdagangan hari ini, Kamis (21/5/2026). Simak kurs dolar AS di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI hari ini.
Berdasarkan data TradingView, rupiah dibuka naik 0,50 poin menuju level Rp17.653 per dolar AS. Pada saat yang sama, indeks dolar AS terapresiasi 0,06% ke 99,15. Sementara itu, mata uang di Asia dibuka bervariasi. Yen Jepang terapresiasi 0,03% bersama yuan China sebesar 0,05%. Sebaliknya, baht Thailand dan rupee India masing-masing melemah sebesar 0,06% dan 0,31% terhadap dolar AS.
Nilai tukar rupiah diproyeksikan bergerak fluktuatif cenderung melemah pada perdagangan hari ini. Pergerakan mata uang garuda dibayangi oleh penguatan indeks dolar AS di tengah ketegangan geopolitik Timur Tengah, serta respons pasar terhadap kebijakan moneter teranyar Bank Indonesia (BI).
Direktur PT Traze Andalan Futures Ibrahim Assuaibi menuturkan bahwa pergerakan rupiah hari ini masih akan dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran.
Selain itu, sentimen internal turut disokong oleh langkah agresif BI yang memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%. Kebijakan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi geopolitik global serta menjaga target inflasi.
PT Bank Central Asia Tbk. (BBCA) pada pukul 10.53 WIB mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.646 dan harga jual sebesar Rp17.666 berdasarkan e-rate. Berdasarkan TT counter, bank swasta terbesar di Indonesia itu menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.560 dan harga jual Rp17.790.
Lalu berdasarkan bank notes, harga beli dan harga jual dolar AS masing-masing ditetapkan sebesar Rp17.485 dan Rp17.735
PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk. (BBRI) menetapkan harga beli dan harga jual dolar AS pada pukul 10.38 WIB masing-masing sebesar Rp17.658 dan Rp17.685 untuk e-rate. Lalu untuk TT counter, bank pelat merah itu mematok harga beli sebesar Rp17.570 per dolar AS dan harga jual Rp17.770 per dolar AS.
PT Bank Mandiri (Persero) Tbk. (BMRI) pada pukul 09.12 WIB menetapkan harga beli dan harga jual untuk special rate masing-masing sebesar Rp17.640 dan Rp17.670 per dolar AS.
Kemudian, bank dengan logo pita emas itu mematok harga beli dolar AS sebesar Rp17.450 dan harga jual Rp17.750 untuk TT counter. Lalu untuk bank notes, Bank Mandiri menetapkan harga beli sebesar Rp17.450 per dolar AS, sedangkan harga jual sebesar Rp17.750 per dolar AS.
PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. (BBNI) menetapkan harga beli dan jual dolar AS untuk special rates pada pukul 10.50 WIB masing-masing sebesar Rp17.648 dan Rp17.678. Berdasarkan TT counter, BNI pada pukul 10.50 WIB menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.560 dan harga jual Rp17.740.
Untuk bank notes, BNI menetapkan harga beli dolar AS sebesar Rp17.560 per dolar AS dan harga jual sebesar Rp17.740 per dolar AS.
Kurs dolar AS hari ini berfluktuasi, namun rupiah masih menguat. Ini adalah kurs terbaru di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran.
Pergerakan rupiah hari ini juga dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Selain itu, sentimen internal turut disokong oleh langkah agresif BI yang memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Kebijakan ini diambil untuk memperkuat stabilitas nilai tukar rupiah dari dampak memburuknya kondisi geopolitik global serta menjaga target inflasi.
Dalam beberapa hari terakhir, rupiah terus menguat terhadap dolar AS. Hal ini dipengaruhi oleh beberapa faktor, termasuk pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran.
Pergerakan rupiah hari ini juga dipengaruhi oleh dinamika eksternal, terutama pernyataan Presiden AS Donald Trump terkait konflik dengan Iran. Selain itu, sentimen internal turut disokong oleh langkah agresif BI yang memutuskan menaikkan suku bunga acuan sebesar 50 basis poin menjadi 5,25%.
Untuk itu, penting untuk memantau pergerakan rupiah hari ini dan melakukan analisis yang tepat untuk memahami faktor-faktor yang mempengaruhi pergerakan mata uang.
Hal ini dapat membantu Anda membuat keputusan yang tepat dalam melakukan transaksi valas atau investasi.
Dengan memantau pergerakan rupiah hari ini, Anda dapat memahami bagaimana faktor-faktor eksternal dan internal mempengaruhi nilai tukar rupiah.
Pergerakan rupiah hari ini berfluktuasi, namun rupiah masih menguat. Ini adalah kurs terbaru di BCA, BRI, Bank Mandiri, dan BNI.











