Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 23 Mei 2026 | Wakil Menteri Haji dan Umrah (Wamenhaj) Dahnil Anzar Simanjuntak melakukan peninjauan langsung ke tenda-tenda jemaah haji di Arafah, Arab Saudi, untuk memastikan kesiapan fasilitas menjelang puncak ibadah haji 1447 Hijriah.
Dalam peninjauan tersebut, Wamenhaj menemukan bahwa beberapa tenda jemaah haji telah dikapling-kapling oleh oknum Kelompok Bimbingan Ibadah Haji dan Umrah (KBIHU) secara ilegal.
Wamenhaj menyatakan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran dan dapat merugikan jemaah haji lainnya. Ia kemudian mencopot identitas KBIHU dan spanduk tidak resmi yang terpasang di tenda-tenda jemaah haji.
Menteri Haji dan Umrah (Menhaj) Mochamad Irfan Yusuf juga menegaskan bahwa pengaturan tenda, pembagian kloter, dan pergerakan jemaah sepenuhnya berada di bawah kendali Petugas Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH). Menhaj meminta KBIHU untuk tidak melakukan pengaturan secara mandiri di lapangan.
Wamenhaj juga mengingatkan bahwa akan ada sanksi tegas bagi KBIHU yang melakukan pelanggaran, termasuk pencabutan izin operasional.
Menurut Menhaj, kapasitas tenda masih perlu penyesuaian, dan tim PPIH Arab Saudi telah diminta untuk menghitung ulang kapasitas tenda secara manual.
Inspeksi juga menemukan bahwa rasio toilet di sejumlah titik masih sekitar 1 toilet untuk 50 jemaah, yang dinilai belum ideal untuk melayani jemaah selama fase Armuzna.
Wamenhaj berharap bahwa dengan peninjauan ini, kesiapan fasilitas dapat diperbaiki sehingga jemaah haji dapat melaksanakan ibadah dengan nyaman dan aman.
Dalam beberapa hari mendatang, Kemenhaj akan terus memantau kesiapan fasilitas dan melakukan penyesuaian yang diperlukan untuk memastikan kelancaran ibadah haji.











