Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 22 Mei 2026 | Tragedi kecelakaan kereta api di Stasiun Bekasi Timur, Jawa Barat, telah menewaskan 16 orang dan melukai puluhan lainnya. Kecelakaan ini terjadi pada Senin, 27 April 2026, ketika kereta rel listrik (KRL) Commuter Line menabrak mobil taksi yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85.
Menurut Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi, kecelakaan ini bermula ketika KRL relasi Bekasi-Cikarang menabrak mobil taksi yang mogok di perlintasan sebidang JPL 85. Insiden ini memicu kerumunan warga di sekitar lokasi, yang kemudian menyebabkan KRL 5568A Jakarta-Cikarang berhenti mendadak sebelum ditabrak oleh KA Argo Bromo Anggrek.
KNKT mencatat bahwa jeda waktu antara insiden KRL menabrak taksi hingga tabrakan KA Argo Bromo Anggrek dengan KRL sekitar 3 menit 43 detik. Dalam kronologi yang dipaparkan KNKT, KRL Commuter Line 5568A sempat berhenti di jalur 1 Stasiun Bekasi Timur untuk proses naik turun penumpang setelah insiden tabrakan dengan taksi terjadi.
Selain persoalan sinyal, KNKT juga menyoroti proses komunikasi antarpengendali perjalanan kereta yang dinilai terlalu panjang saat situasi darurat terjadi. Sebelum ditabrak KA Argo Bromo Anggrek, rangkaian KRL diketahui berhenti di jalur setelah tertemper mobil taksi di perlintasan sebidang Bekasi Timur.
Menhub Dudy Purwagandhi menyebutkan bahwa kecelakaan ini mengakibatkan total 124 korban, termasuk 16 korban meninggal dunia, lima korban yang masih dirawat, dan 103 korban yang sudah kembali ke rumah masing-masing. Pemerintah menegaskan bahwa fokus utama saat ini adalah penanganan para korban dan pemulihan jalur agar pelayanan publik kembali normal, sembari melakukan evaluasi besar-besaran.
Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) masih melakukan investigasi untuk menentukan penyebab pasti kegagalan sistem atau prosedur yang terjadi. KNKT mengidentifikasi sedikitnya tiga persoalan utama yang menjadi perhatian, yakni gangguan sistem pendeteksi sinyal, distraksi cahaya di sekitar sinyal ulang, serta kendala komunikasi antarpetugas pengendali.
Dalam rangka memperingati korban kecelakaan, warga sekitar Stasiun Bekasi Timur menunjukkan duka mereka dengan membawa bunga dan melakukan doa bersama. Masyarakat berharap kejadian serupa tidak terulang di masa depan dan meminta pemerintah untuk meningkatkan keselamatan transportasi di Indonesia.











