Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 25 Mei 2026 | Periode pertama Perdana Menteri Anwar Ibrahim baru berjalan setengah jalan, namun sudah banyak calon yang siap untuk menggantikannya. Di pihak oposisi, Perikatan Nasional (PN) telah menunjuk beberapa nama, termasuk Datuk Seri Samsuri Mokhtar, Datuk Seri Fadillah Yusof, Datuk Seri Zahid Hamidi, Datuk Seri Hamzah Zainudin, dan Datuk Seri Rafizi Ramli.
Samsuri Mokhtar, yang baru saja diangkat sebagai Ketua Oposisi di Parlemen, dilihat sebagai kandidat kuat untuk memimpin PN. Namun, Hamzah Zainudin, yang baru saja dipecat dari Parti Pribumi Bersatu Malaysia, juga tidak menutup kemungkinan untuk kembali ke kancah politik.
Di pihak pemerintah, Anwar Ibrahim sendiri menghadapi tantangan dari dalam partainya sendiri, Pakatan Harapan (PH), serta dari partai lain seperti UMNO. Pemerintah juga berencana untuk membatasi masa jabatan Perdana Menteri hingga 10 tahun, yang berarti Malaysia akan membutuhkan pemimpin baru setelah periode Anwar berakhir.
Sementara itu, PAS telah membuka serangan terhadap Bersatu, dengan Presiden PAS Abdul Hadi Awang menyatakan bahwa Bersatu telah menguji kesabaran PAS. Anwar Ibrahim sendiri telah menyerukan kepada masyarakat untuk melawan retorika kebencian dan tidak takut untuk menyuarakan pendapat mereka.
Di lain pihak, Anwar Ibrahim juga telah mengambil alih konstituensi Pandan sebagai konstituensi yang diadopsi, setelah Rafizi Ramli meninggalkan partai. Tengku Zafrul Abdul Aziz, penasihat politik senior Anwar, telah ditunjuk sebagai petugas pemantau partai di konstituensi tersebut.
Pemerintah juga terus berusaha untuk meningkatkan perekonomian negara, dengan meluncurkan Rencana Industri Baru 2030 (NIMP 2030) yang bertujuan untuk meningkatkan nilai tambah sektor manufaktur dan menciptakan lapangan kerja.
Anwar Ibrahim juga diharapkan untuk menghadiri perayaan Kaamatan di Sabah pada tanggal 30 Mei, yang menandai pengakuan pemerintah federal terhadap kebudayaan dan keunikan masyarakat Sabah.
Dalam beberapa hari terakhir, terdapat beberapa peristiwa penting yang terjadi di Malaysia, termasuk kecelakaan mobil mewah dan penangkapan beberapa orang yang terkait dengan kasus korupsi. Namun, fokus utama masyarakat masih terletak pada perebutan takhta Perdana Menteri dan persiapan untuk pemilu yang akan datang.











