OLAHRAGA

13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026

×

13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026

Share this article
13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026
13 Pelatih yang Mundur dan Dipecat pada Piala Dunia 2026

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Juli 2026 | Piala Dunia 2026 telah menjadi ajang yang menarik bagi para pecinta sepak bola di seluruh dunia. Namun, di balik kesuksesan tim-tim yang masih bertahan, ada kisah sedih dari para pelatih yang harus meninggalkan jabatannya baik karena dipecat atau memilih mundur. Sebanyak 13 pelatih telah meninggalkan posisinya setelah tim mereka tersingkir dari turnamen.

Sabri Lamouchi menjadi pelatih pertama yang kehilangan pekerjaannya setelah Tunisia kalah telak 1-5 dari Swedia pada laga pembuka Grup F. Ia dipecat bahkan sebelum timnya menyelesaikan seluruh pertandingan fase grup. Setelah itu, Herve Renard ditunjuk untuk menggantikan Lamouchi, tetapi ia juga mengundurkan diri setelah Tunisia dipastikan tersingkir dari babak penyisihan grup.

Steve Clarke memilih mundur sebagai pelatih Skotlandia setelah tim asuhannya dipastikan terhenti di babak awal Piala Dunia 2026. Clarke mengakhiri masa pengabdian panjangnya yang telah berjalan selama tujuh tahun. Keputusan ini diambil setelah kemenangan Kroasia atas Ghana menutup peluang Skotlandia untuk lolos lewat jalur peringkat ketiga terbaik.

Miroslav Koubek resmi menanggalkan jabatannya sebagai pelatih Republik Ceko setelah timnya gagal melaju dari fase grup Piala Dunia 2026. Koubek sebenarnya berjasa besar membawa Republik Ceko kembali berlaga di putaran final Piala Dunia setelah penantian panjang selama 20 tahun sejak edisi 2006.

Julian Nagelsmann resmi meninggalkan posisinya sebagai pelatih tim nasional Jerman setelah Die Mannschaft tersingkir secara mengejutkan di babak 32 besar Piala Dunia 2026. Jerman takluk lewat drama adu penalti dengan skor 3-4 dari Paraguay setelah bermain imbang 1-1 hingga babak perpanjangan waktu.

Marcelo Bielsa memutuskan mundur dari kursi kepelatihan Uruguay menyusul kegagalan total timnya di fase grup Piala Dunia 2026. Uruguay dipastikan tersingkir setelah menelan kekalahan dari Spanyol di laga pamungkas grup.

Ronald Koeman memutuskan mundur sebagai pelatih Belanda, salah satu tim yang sangat diunggulkan di turnamen ini, setelah Oranje ditumbangkan oleh Maroko di babak 32 besar. Sebelumnya, Belanda sempat mencatatkan performa yang nyaris sempurna selama fase grup.

Sebastian Beccacece mengumumkan pengunduran dirinya sebagai pelatih Ekuador setelah timnya takluk 0-2 dari tuan rumah Meksiko di babak 32 besar. Di bawah asuhan Beccacece yang menjabat sejak Agustus 2024, skuad La Tricolor sebenarnya tampil luar biasa dengan finis di peringkat kedua kualifikasi zona Amerika Selatan.

Carlos Queiroz mengakhiri masa baktinya sebagai pelatih Ghana setelah timnya tersingkir dari Piala Dunia 2026 akibat kekalahan tipis 0-1 dari Kolombia. Queiroz menanggalkan jabatannya hanya sekitar tiga bulan setelah resmi ditunjuk menukangi The Black Stars.

Jamal Sellami resmi berpisah dengan Yordania setelah tim asuhannya gagal mendulang satu poin pun selama gelaran Piala Dunia 2026. Yordania menjadi salah satu tim dengan performa paling tidak konsisten di turnamen ini setelah menelan kekalahan beruntun masing-masing dengan skor 1-3 dari Austria, 1-2 dari Aljazair, dan 1-3 dari Argentina.

Javier Aguirre menyudahi masa tugasnya sebagai pelatih Meksiko setelah El Tri takluk 2-3 dari Inggris di babak 16 besar Piala Dunia 2026. Hasil ini sekaligus menandai kekalahan pertama bagi tim nasional Meksiko di Stadion Azteca sepanjang sejarah partisipasi mereka.

Roberto Martinez memutuskan untuk meletakkan jabatannya sebagai pelatih Portugal setelah timnya takluk 0-1 dari Spanyol di babak 16 besar. Kegagalan Portugal memenuhi ekspektasi sebagai salah satu kandidat kuat juara ini juga beriringan dengan pengumuman dari sang megabintang, Cristiano Ronaldo, yang memutuskan berpisah dengan panggung Piala Dunia di masa mendatang.

Kesimpulan, Piala Dunia 2026 telah menyaksikan banyak kejutan dan perubahan, tidak hanya dari sisi tim-tim yang bertanding, tetapi juga dari para pelatih yang harus meninggalkan posisinya. Ini menunjukkan bahwa sepak bola adalah olahraga yang sangat kompetitif dan dinamis, di mana kegagalan dan kesuksesan bisa terjadi kapan saja.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *