Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 18 Juni 2026 | Mahasiswa Universitas Negeri Makassar (UNM) menggelar demonstrasi dan dialog kebangsaan untuk menyoroti dugaan pemborosan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) serta memperkuat nilai tukar rupiah. Aksi demonstrasi berlangsung di depan kampus UNM, dengan mahasiswa menutup sebagian ruas jalan dan melakukan orasi di atas truk.
Para mahasiswa menuntut pemerintah untuk tidak membiarkan mafia menguasai negara dan memperkuat pemberantasan korupsi, terutama di sektor migas. Mereka juga mendesak pemerintah untuk memperkuat tata kelola program kesejahteraan rakyat, seperti Program Makan Bergizi Gratis (MBG) dan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP).
Dialog kebangsaan yang digelar oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) se-Makassar juga membahas tentang pentingnya independensi gerakan mahasiswa dan peran mahasiswa dalam memutus rantai kesenjangan menuju Indonesia Emas 2045. Para narasumber dari kalangan akademisi dan demisioner presiden mahasiswa menekankan pentingnya mahasiswa untuk terus mengawal jalannya program pemerintah dan memperkuat tata kelola pelaksanaan program tersebut.
Di sisi lain, kemacetan parah terjadi di sejumlah titik di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, imbas demo mahasiswa. Kemacetan terjadi di Jalan AP Pettarani, Jalan Urip Sumoharjo hingga Jalan Sultan Alauddin, yang panjangnya mencapai 1 kilometer.
Universitas Nusa Mandiri (UNM) juga menghadirkan ruang inspiratif bagi generasi muda lewat Ngobrol Asik Campus Life (NICE) 2026 Prodi Informatika, yang memberikan gambaran nyata tentang kehidupan mahasiswa Informatika dan peluang karier yang terbuka luas di era transformasi digital.
Kesimpulan dari kegiatan-kegiatan tersebut adalah bahwa mahasiswa UNM dan BEM se-Makassar terus berupaya untuk memperkuat peran mereka dalam memutus rantai kesenjangan dan memperkuat nilai tukar rupiah, serta memperkuat tata kelola program kesejahteraan rakyat. Mereka juga terus mengawal jalannya program pemerintah dan memperkuat pemberantasan korupsi, terutama di sektor migas.











