Kalimantan Barat

Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Capt. Marindra Wibowo dan 7 Penumpang Dipastikan Tewas

×

Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Capt. Marindra Wibowo dan 7 Penumpang Dipastikan Tewas

Share this article
Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Capt. Marindra Wibowo dan 7 Penumpang Dipastikan Tewas
Tragedi Helikopter PK-CFX di Sekadau: Capt. Marindra Wibowo dan 7 Penumpang Dipastikan Tewas

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 17 April 2026 | Kalimat pertama menegaskan kepedihan yang melanda keluarga korban serta masyarakat Kalimantan Barat setelah helikopter Airbus Helicopter EC 130 T2 dengan nomor registrasi PK-CFX jatuh di wilayah hutan Kabupaten Sekadau pada Kamis, 16 April 2026. Pesawat milik PT Matthew Air Nusantara lepas landas pukul 07.37 WIB dari Helipad PT Cipta Mahkota (CMA) menuju Helipad PT Graha Agro Nusantara 1 (GAN1). Sekitar satu jam kemudian, pada pukul 08.39 WIB, helikopter mengirimkan sinyal darurat, namun pada pukul 09.15 WIB dinyatakan hilang kontak.

Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Lukman F. Laisa, menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga korban. Ia menegaskan bahwa seluruh awak dan penumpang, yang berjumlah delapan orang, telah dinyatakan meninggal dunia setelah tim SAR gabungan berhasil menemukan lokasi jatuhnya helikopter. “Kami mengimbau masyarakat untuk menunggu informasi resmi dari pemerintah dan tidak berspekulasi terkait kejadian ini,” ujarnya dalam pernyataan resmi.

Tim SAR gabungan yang dipimpin Basarnas mengerahkan helikopter Super Puma TNI AU untuk melakukan pemantauan udara. Pada pukul 15.25 WIB, tim SAR melaporkan penemuan serpihan yang diyakini merupakan ekor helikopter, berjarak sekitar tiga kilometer ke barat dari titik terakhir kontak. Penemuan tersebut mempercepat proses evakuasi tim darat ke lokasi jatuh, yang berada di area hutan lebat Kabupaten Sekadau.

Identitas korban telah diumumkan secara resmi. Kapten Marindra Wibowo, pilot berpengalaman, memimpin penerbangan bersama seorang teknisi bernama Harun Arasyid. Enam penumpang yang turut menjadi korban terdiri dari Patrick K., warga negara Malaysia, serta lima penumpang Indonesia bernama Viktor T., Charles L., Joko C., Fauzie O., dan Sugito. Semua korban dinyatakan meninggal dunia setelah dilakukan pemeriksaan medis di lapangan.

Proses pencarian dimulai segera setelah helikopter dinyatakan hilang kontak. AirNav Indonesia menerbitkan notifikasi darurat (DETRESFA) pada pukul 10.43 WIB sesuai prosedur standar. Tim SAR, yang melibatkan aparat TNI AU, Basarnas, dan personel Kemenhub, melakukan pencarian intensif selama beberapa jam. Penggunaan teknologi citra udara serta koordinasi dengan satelit mempercepat identifikasi titik jatuh.

Setelah lokasi jatuh terdeteksi, tim evakuasi melakukan penggalian dan penemuan mayat korban secara bertahap. Semua jenazah kemudian dievakuasi ke Pontianak untuk proses identifikasi lebih lanjut. Kementerian Perhubungan menyatakan bahwa proses identifikasi akan dilanjutkan dengan melibatkan keluarga korban guna memastikan proses pemakaman dapat berjalan dengan hormat.

Selain menegaskan bahwa tidak ada korban selamat, Kemenhub juga menekankan pentingnya peninjauan kembali prosedur operasional penerbangan di daerah terpencil. Pemerintah daerah Kalimantan Barat bersama dengan otoritas penerbangan sipil berjanji untuk meningkatkan infrastruktur navigasi serta memperkuat kemampuan SAR di wilayah hutan yang sulit dijangkau.

Kasus ini menambah daftar tragedi penerbangan di Indonesia yang menyoroti tantangan operasional di daerah dengan kondisi geografis yang menantang. Pemerintah pusat dan daerah diharapkan dapat mengambil pelajaran dari kejadian ini untuk memperbaiki standar keselamatan, terutama pada rute-rute yang melintasi area hutan lebat.

Dengan semua korban telah dipastikan tewas, fokus kini beralih pada proses pemulihan emosional bagi keluarga serta penegakan prosedur keselamatan yang lebih ketat. Duka yang mendalam menyelimuti komunitas Kalimantan Barat, namun harapan akan peningkatan keamanan penerbangan tetap menjadi prioritas utama bagi otoritas terkait.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *