Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 02 Mei 2026 | Kanwil Kementerian Hukum dan HAM (Kemenkum) Kalimantan Barat menandai partisipasinya dalam JF MASN Knowledge Day dengan menampilkan serangkaian strategi yang dirancang khusus untuk membantu pegawai negeri menguasai dan lulus Uji Kompetensi ASN. Acara yang diselenggarakan pada akhir pekan kemarin ini menarik perhatian para pejabat daerah, perwakilan Badan Kepegawaian Negara (BKN), serta sejumlah ahli pengembangan kompetensi sumber daya manusia.
Dalam sambutannya, Kepala Kanwil Kemenkum Kalbar menekankan pentingnya peningkatan kualitas aparatur negara sebagai fondasi layanan publik yang profesional. Ia menyampaikan bahwa Knowledge Day kali ini tidak sekadar seminar teori, melainkan forum interaktif yang menggabungkan simulasi ujian, studi kasus, serta pelatihan soft skill yang relevan dengan tantangan tugas ASN di lapangan.
Berbagai materi disampaikan oleh narasumber dari BKN, Lembaga Pengembangan Kompetensi ASN (LPKN), serta praktisi manajemen publik. Salah satu poin penting yang disorot adalah pendekatan berbasis kompetensi yang menekankan pada tiga pilar utama: pemahaman regulasi, kemampuan analitis, dan etika kerja. Narasumber menambahkan bahwa persiapan Uji Kompetensi ASN harus dimulai jauh sebelum jadwal ujian resmi, dengan memanfaatkan modul e‑learning, bank soal, serta mentoring dari senior yang telah sukses melewati proses tersebut.
- Pelatihan intensif modul hukum dan administrasi: Fokus pada peraturan perundang‑undangan terbaru serta prosedur administratif yang sering muncul dalam ujian.
- Simulasi ujian berbasis komputer: Menggunakan platform daring yang meniru kondisi ujian sesungguhnya, termasuk manajemen waktu dan teknik menjawab soal pilihan ganda.
- Pengembangan soft skill: Pelatihan komunikasi, kepemimpinan, dan pengambilan keputusan untuk meningkatkan nilai kompetensi non‑teknis.
Selain itu, Kanwil Kemenkum Kalbar memperkenalkan program mentoring internal yang melibatkan pegawai senior sebagai pembimbing. Program ini bertujuan memberikan umpan balik personal, mengidentifikasi gap kompetensi, serta menyusun rencana belajar yang terukur. “Dengan mentoring, kami berharap setiap ASN dapat memetakan kelemahan dan memperkuat kemampuan secara sistematis,” ujar salah satu mentor program.
Berbagai peserta mengungkapkan manfaat praktis dari Knowledge Day ini. Seorang pejabat di Dinas Hukum dan HAM Kalbar mengaku bahwa simulasi ujian membantu mengurangi kecemasan saat menghadapi tes sesungguhnya, sementara peserta lain menilai modul e‑learning sebagai sumber belajar yang fleksibel dan dapat diakses kapan saja. Mereka juga menyoroti pentingnya kolaborasi antar‑instansi dalam menciptakan ekosistem pembelajaran yang berkelanjutan.
Dalam sesi tanya‑jawab, BKN menegaskan komitmen pemerintah untuk terus mendukung peningkatan kompetensi ASN melalui kebijakan insentif, seperti penghargaan bagi pegawai yang berhasil lulus Uji Kompetensi ASN pada percobaan pertama. Kebijakan ini diharapkan dapat memotivasi lebih banyak aparatur untuk berpartisipasi aktif dalam program pengembangan diri.
Kesimpulannya, JF MASN Knowledge Day yang diikuti Kanwil Kemenkum Kalbar tidak hanya menyediakan informasi teoretis, melainkan juga memberikan alat praktis yang dapat langsung diimplementasikan oleh ASN. Dengan strategi terstruktur, dukungan mentoring, dan kebijakan insentif dari BKN, diharapkan angka kelulusan Uji Kompetensi ASN di wilayah Kalimantan Barat akan meningkat signifikan, memperkuat kualitas layanan publik yang lebih responsif dan akuntabel.











