Internasional

UNESCO Gandeng Inisiatif Sekolah Pintar dan Lestarikan Warisan, Sementara Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global

×

UNESCO Gandeng Inisiatif Sekolah Pintar dan Lestarikan Warisan, Sementara Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global

Share this article
UNESCO Gandeng Inisiatif Sekolah Pintar dan Lestarikan Warisan, Sementara Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global
UNESCO Gandeng Inisiatif Sekolah Pintar dan Lestarikan Warisan, Sementara Soroti Ancaman Kebebasan Pers Global

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | UNESCO kembali menonjolkan peranannya dalam menggerakkan inisiatif pendidikan inovatif sekaligus melindungi warisan budaya dunia. Pada pekan ini, organisasi tersebut merayakan kolaborasi dengan program smart schools yang digagas oleh tokoh pendidikan Indonesia, Mbah, sekaligus mengumumkan kemitraan strategis dengan Sharjah Book Authority untuk mempercepat digitalisasi arsip dokumenter bersejarah. Di samping itu, UNESCO menegaskan kembali komitmennya dalam membela kebebasan pers setelah serangkaian insiden penyerangan terhadap jurnalis di berbagai belahan dunia.

Inisiatif smart schools yang dipimpin oleh Mbah menargetkan transformasi sistem pendidikan di Indonesia melalui integrasi teknologi digital, pelatihan guru, dan kurikulum berbasis kompetensi. UNESCO memuji pendekatan tersebut sebagai contoh nyata penerapan Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDGs) pada sektor pendidikan, khususnya agenda Quality Education. Sebagai bagian dari perayaan, UNESCO menyatakan akan menyediakan program pelatihan strategis bagi pendidik, memfasilitasi pertukaran pengetahuan antara institusi pendidikan di Asia Tenggara, serta mendukung pengembangan platform pembelajaran daring yang dapat diakses secara inklusif.

Sementara itu, Sharjah Book Authority menandatangani kesepakatan dengan UNESCO senilai US$6 juta untuk memperkuat upaya digitalisasi koleksi arsip UNESCO. Proyek ini mencakup pemulihan bahan-bahan rapuh, pembuatan salinan digital berkualitas tinggi, serta penyediaan akses terbuka bagi peneliti, pendidik, dan publik global melalui portal UNESCO Digital Library. Arsip yang akan didigitalisasi meliputi dokumen bersejarah sejak pendirian UNESCO pada tahun 1945, termasuk catatan institusi pendahuluannya, International Institute of Intellectual Cooperation (IICI). Koleksi tersebut menyimpan jejak kontribusi tokoh-tokoh ternama seperti Albert Einstein, Marie Curie, dan Sigmund Freud, yang kini dapat diakses secara aman dan lestari.

Langkah ini sejalan dengan komitmen UNESCO terhadap transparansi dan akuntabilitas, serta upaya melindungi warisan budaya yang berada dalam bahaya. Organisasi menekankan pentingnya memanfaatkan teknologi terkini, termasuk kecerdasan buatan, untuk mengidentifikasi, mengkatalogkan, dan melestarikan dokumen yang rentan terhadap kerusakan fisik maupun ancaman digital.

Di ranah kebebasan pers, UNESCO mengeluarkan pernyataan tegas setelah serangkaian penyerangan terhadap jurnalis di Amerika Latin, Asia Selatan, dan wilayah Timur Tengah. Pernyataan tersebut menyoroti pembunuhan wartawan Juan David Gámez di Meksiko dan serangkaian intimidasi terhadap media di Assam, India, yang melibatkan pejabat pemerintah. Direktur Jenderal UNESCO, Khaled El‑Enany, menegaskan bahwa serangan terhadap jurnalis bukan hanya pelanggaran hak asasi manusia, melainkan juga ancaman terhadap hak publik untuk mendapatkan informasi. UNESCO menegaskan dukungan pada Rencana Aksi Pers global, yang mencakup penelitian akademik, pelatihan keamanan bagi wartawan, serta mekanisme perlindungan hukum yang lebih kuat.

Menurut data internal UNESCO, lebih dari 150 kasus kekerasan terhadap jurnalis tercatat pada tahun 2025, dengan peningkatan signifikan pada insiden siber seperti peretasan, pencemaran nama, dan ancaman seksual terhadap wartawan perempuan. UNESCO menekankan bahwa evolusi teknologi, terutama kecerdasan buatan, membawa peluang sekaligus risiko baru bagi kebebasan pers. Oleh karena itu, organisasi mengajak negara‑negara anggota untuk memperkuat kerangka hukum yang melindungi media, serta meningkatkan kapasitas institusi keamanan dalam menanggapi ancaman digital.

Selain fokus pada pendidikan, warisan, dan kebebasan pers, UNESCO juga mengingatkan pentingnya pelestarian situs bersejarah yang terdampak konflik. Baru-baru ini, laporan mengungkapkan bahwa sekitar 140 situs bersejarah di Iran, yang sering disebut “Versailles Timur,” mengalami kerusakan akibat serangan udara. UNESCO menyerukan investigasi independen dan upaya restorasi bersama komunitas internasional untuk mencegah kehilangan tak ternilai bagi sejarah dunia.

Keseluruhan inisiatif ini mencerminkan strategi holistik UNESCO: menggabungkan pendidikan inovatif, pelestarian budaya digital, serta perlindungan kebebasan informasi. Dengan dukungan pemerintah, lembaga swasta, dan komunitas akademik, UNESCO berharap dapat menciptakan ekosistem pengetahuan yang inklusif, aman, dan berkelanjutan bagi generasi mendatang.

Ke depan, UNESCO menargetkan peningkatan jumlah sekolah pintar di Asia Tenggara sebesar 30 persen dalam lima tahun, serta meluncurkan platform daring baru yang menampung lebih dari satu juta dokumen bersejarah yang telah didigitalkan. Pada saat yang sama, UNESCO berkomitmen untuk memperkuat jaringan keamanan bagi wartawan dengan menambah program pelatihan tahunan dan memperluas kolaborasi dengan organisasi hak asasi manusia internasional.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *