Internasional

Iran Klaim Punya Sistem Pertahanan Udara Baru yang Bisa Mencegat Pesawat Siluman

×

Iran Klaim Punya Sistem Pertahanan Udara Baru yang Bisa Mencegat Pesawat Siluman

Share this article
Iran Klaim Punya Sistem Pertahanan Udara Baru yang Bisa Mencegat Pesawat Siluman
Iran Klaim Punya Sistem Pertahanan Udara Baru yang Bisa Mencegat Pesawat Siluman

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 28 Mei 2026 | Iran baru-baru ini mengklaim telah mengembangkan sistem pertahanan udara baru yang dapat mencegat pesawat siluman. Sistem ini dinamakan Arash-e Kamangir dan diklaim dapat mendeteksi dan menembak jatuh pesawat tak berawak musuh.

Menurut laporan media Iran, sistem Arash-e Kamangir telah digunakan untuk mencegat drone pengintai musuh di atas Selat Hormuz. Drone tersebut ditembak jatuh di dekat Pulau Qeshm di Selat Hormuz.

Para analis mengatakan bahwa insiden ini menunjukkan bahwa Teheran masih mempertahankan kemampuannya untuk menangkis serangan AS dan Israel meskipun telah berbulan-bulan diserang. Pencegatan tersebut menandai penggunaan sistem pertahanan tempur pertama dari yang dikembangkan secara lokal dan disebut Arash-e Kamangir.

Belum ada konfirmasi independen atas klaim Iran tentang sistem pencegatan baru. Namun hilangnya sebuah drone AS di dekat salah satu jalur pelayaran paling sensitif di dunia terjadi bersamaan dengan laporan bahwa AS telah melakukan serangan baru terhadap situs militer Iran di dekat Bandar Abbas.

Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) membalas dengan menyerang pangkalan udara Amerika. Klaim Teheran bahwa mereka mencegat drone AS telah memperbarui pertanyaan tentang seberapa besar kemampuan pertahanan udara Iran yang bertahan selama berbulan-bulan dari serangan Israel dan AS.

Sementara itu, Prancis juga telah mengumumkan rencana untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya dengan mengintegrasikan pasukan nuklirnya dengan sekutu Eropa. Prancis berencana untuk mengerahkan aset berkemampuan nuklir di luar wilayah Prancis, termasuk untuk latihan bersama dengan anggota NATO lainnya.

Presiden Emmanuel Macron telah mengindikasikan bahwa pesawat strategis Prancis dapat dikerahkan sementara ke negara-negara sekutu selama krisis atau latihan. Prancis juga berencana untuk mengembangkan rudal hipersonik jarak menengah untuk memberikan kemampuan serupa dengan Oreshnik Rusia.

Klaim Iran tentang sistem pertahanan udara baru dan rencana Prancis untuk meningkatkan kemampuan pertahanan udaranya menunjukkan bahwa persaingan militer antara negara-negara besar masih terus berlanjut. Pertanyaan tentang seberapa besar kemampuan pertahanan udara Iran dan Prancis masih menjadi perdebatan di kalangan analis.

Dalam beberapa bulan terakhir, Iran telah berinvestasi besar-besaran dalam sistem pertahanan yang lebih murah, mobile, dan diproduksi di dalam negeri yang dirancang untuk mengancam drone dan pesawat tanpa bergantung pada situs radar tetap besar yang lebih mudah dideteksi.

Kemampuan pertahanan udara Iran dan Prancis akan terus menjadi perhatian utama dalam beberapa bulan mendatang, terutama dalam konteks persaingan militer antara negara-negara besar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *