Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 15 Juli 2026 | Pemerintah telah menetapkan tanggal 20 Juli 2026 sebagai hari mulai pencairan bansos tahap ketiga untuk periode Juli hingga September 2026. Bantuan Pangan Non-Tunai (BPNT) akan diberikan sebesar Rp 600.000 per tahap, sedangkan Program Keluarga Harapan (PKH) bervariasi mulai dari Rp 225.000 hingga Rp 2.700.000 per tahap tergantung kategori penerima.
Pencairan dilakukan secara bertahap sesuai kesiapan setiap wilayah, sehingga jadwal di daerah Anda mungkin berbeda dengan daerah lain. Untuk memastikan Anda termasuk penerima, Anda bisa langsung mengecek status melalui website resmi cekbansos.kemensos.go.id atau aplikasi mobile Cek Bansos Kemensos yang gratis diunduh.
Status penerima juga dapat berubah setiap tahap karena pembaruan data berkala yang dilakukan pemerintah. Kementerian Sosial telah menetapkan jadwal pencairan bansos untuk seluruh tahun 2026 dalam empat periode triwulan. Penerima bansos PKH dan BPNT merupakan masyarakat yang termasuk dalam desil satu hingga empat.
Pengecekan nama penerima bisa dilakukan secara online melalui laman Cek Bansos Kemensos atau lewat aplikasi resminya. Anda hanya perlu memasukkan Nomor Induk Kependudukan (NIK) sesuai KTP untuk mengetahui posisi desil keluarga yang tercatat dalam Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN).
Setiap penerima akan mendapatkan bantuan sesuai kategori untuk bansos PKH, sementara BPNT besarannya merata. Total alokasi anggaran untuk program ini mencapai Rp 72,5 triliun yang akan disalurkan kepada lebih dari 18 juta keluarga penerima manfaat.
Perlu diingat bahwa satu keluarga bisa menerima PKH dan BPNT secara bersamaan jika memenuhi kriteria untuk kedua program. Misalnya, keluarga dengan ibu hamil dan siswa SD yang termasuk keluarga miskin bisa menerima bantuan untuk semua kategori tersebut.
Kesimpulan, pencairan bansos PKH dan BPNT tahap ketiga akan dimulai pada 20 Juli 2026. Pastikan Anda untuk mengecek status kepesertaan sebelum tanggal pencairan dimulai dan memahami bahwa status penerima dapat berubah setiap tahap karena pembaruan data.











