Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 13 Juli 2026 | Indonesia menyatakan siap membantu menjembatani upaya menuju solusi yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led dalam penyelesaian konflik di Myanmar. Hal ini disampaikan oleh Menteri Luar Negeri Republik Indonesia (Menlu RI) Sugiono dalam pertemuan informal para Menlu ASEAN mengenai Myanmar di Bangkok, Thailand.
Menlu Sugiono menegaskan bahwa Five-Point Consensus (5PC) tetap menjadi acuan utama ASEAN dalam mendukung penyelesaian damai di Myanmar. Ia mendorong peninjauan perkembangan implementasi 5PC yang objektif dan berimbang, serta menekankan pentingnya dialog nasional yang inklusif dan melibatkan seluruh pemangku kepentingan sebagai kunci menuju perdamaian dan rekonsiliasi nasional yang berkelanjutan.
Indonesia juga terus mendukung proses perdamaian yang bersifat Myanmar-owned dan Myanmar-led, termasuk melalui berbagai inisiatif engagement dengan seluruh pemangku kepentingan Myanmar. Menlu Sugiono menegaskan bahwa solusi yang berkelanjutan harus dimiliki dan dipimpin oleh rakyat Myanmar sendiri, sementara Indonesia berkomitmen bekerja sama dengan negara ASEAN menjaga stabilitas kawasan.
Sementara itu, dalam pertemuan informal Menlu ASEAN di Bangkok, Indonesia kembali menyerukan dialog inklusif sebagai jalan utama menuju penyelesaian konflik yang berkelanjutan di Myanmar. Menlu Sugiono menekankan bahwa setiap penyelesaian konflik harus berasal dari rakyat Myanmar sendiri dan dipimpin oleh Myanmar.
Dalam konteks lain, Indonesia juga telah melakukan deportasi terhadap 92 warga negara China yang melakukan kegiatan ilegal di Batam. Mereka dideportasi ke Guangzhou, China, dan dikenakan larangan masuk seumur hidup ke Indonesia.
Di bidang olahraga, tim nasional Nepal berhasil mengalahkan Qatar dalam pertandingan ACC Women’s U19 Premier Cup. Nepal memenangkan pertandingan dengan skor 105 run.
China juga memantau situasi di Selat Malaka yang merupakan jalur penting untuk impor minyak mereka. Meskipun China telah diversifikasi impor minyak, Selat Malaka tetap menjadi titik kritis bagi keamanan energi China.
Kesimpulan dari berbagai peristiwa tersebut adalah bahwa Indonesia terus berperan aktif dalam mendukung penyelesaian konflik di Myanmar melalui dialog inklusif dan kerja sama dengan negara ASEAN. Sementara itu, Indonesia juga melakukan tindakan tegas terhadap kegiatan ilegal di wilayahnya dan terus memantau situasi di kawasan Asia Tenggara.











