HUKUM

Insinyur Google Didakwa atas Kasus Perdagangan Orang Dalam, Menggunakan Informasi Rahasia untuk Taruhan Nama D4vd

×

Insinyur Google Didakwa atas Kasus Perdagangan Orang Dalam, Menggunakan Informasi Rahasia untuk Taruhan Nama D4vd

Share this article
Insinyur Google Didakwa atas Kasus Perdagangan Orang Dalam, Menggunakan Informasi Rahasia untuk Taruhan Nama D4vd
Insinyur Google Didakwa atas Kasus Perdagangan Orang Dalam, Menggunakan Informasi Rahasia untuk Taruhan Nama D4vd

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 29 Mei 2026 | Seorang insinyur Google didakwa atas kasus perdagangan orang dalam setelah diduga meraup keuntungan hingga 1,2 juta dolar AS atau sekitar Rp 19 miliar dari taruhan terkait nama musisi D4vd di platform prediksi berbasis kripto, Polymarket.

Pria bernama Michele Spagnuolo itu dituduh menggunakan informasi internal Google untuk memasang taruhan bahwa D4vd akan menjadi sosok paling banyak dicari di Google sepanjang 2025.

Departemen Kehakiman Amerika Serikat resmi mendakwa Spagnuolo atas dugaan insider trading. Insinyur asal Italia berusia 36 tahun yang kini tinggal di Swiss tersebut juga telah diberhentikan sementara oleh Google.

Menurut dokumen hukum, Spagnuolo memasang taruhan di Polymarket pada 27 November 2025, ketika peluang D4vd menjadi pencarian terpopuler Google masih dianggap hampir mustahil. Namun, data internal Google disebut sudah menunjukkan adanya lonjakan besar pencarian terkait D4vd sebelum informasi tersebut diumumkan ke publik.

Seminggu kemudian, tepatnya 4 Desember 2025, Google merilis daftar resmi pencarian terpopuler dan nama D4vd berada di posisi pertama. Musisi bernama asli David Anthony Burke itu menjadi sorotan setelah ditetapkan sebagai tersangka dalam kasus pembunuhan remaja perempuan 14 tahun bernama Celeste Rivas Hernandez.

Kasus tersebut membuat nama D4vd viral dan mendominasi pencarian internet sepanjang tahun lalu. Dalam daftar Google Trends 2025, D4vd mengungguli sejumlah nama besar lain seperti Kendrick Lamar di posisi kedua, Jimmy Kimmel di posisi ketiga, Tyler Robinson di posisi keempat, serta Paus Leo XIV di posisi kelima.

Jaksa Amerika Serikat untuk Distrik Selatan New York, Jay Clayton, menegaskan bahwa perdagangan orang dalam merupakan pelanggaran serius yang merusak integritas pasar. “Perdagangan orang dalam membahayakan integritas pasar kita, dan rakyat Amerika ingin perilaku yang didorong keserakahan seperti ini diselidiki dan dituntut,” ujar Clayton.

Google menyatakan tengah bekerja sama dengan aparat penegak hukum dalam penyelidikan tersebut. Perusahaan teknologi raksasa itu juga menegaskan bahwa penggunaan informasi rahasia perusahaan untuk aktivitas taruhan merupakan pelanggaran berat terhadap kebijakan internal.

Sementara itu, pihak Polymarket mengaku turut membantu proses investigasi. Mereka bahkan menyebut kasus ini menjadi dakwaan perdagangan orang dalam pertama di Amerika Serikat yang melibatkan platform prediksi berbasis kripto.

Kasus D4vd sendiri sempat menghebohkan publik setelah jaksa menuduh sang rapper memutilasi tubuh Celeste Rivas Hernandez menggunakan gergaji mesin di garasi rumahnya.

Kesimpulan dari kasus ini menunjukkan bahwa penggunaan informasi rahasia untuk keuntungan pribadi merupakan tindakan yang sangat serius dan dapat merusak integritas pasar. Oleh karena itu, penting bagi perusahaan untuk memiliki kebijakan yang jelas dan tegas dalam mengatur penggunaan informasi internal.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *