Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Pemerintah saat ini sedang menguji penggunaan Compressed Natural Gas (CNG) sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg. Uji coba dilakukan pada tabung CNG ukuran rumah tangga sebelum nantinya dipasarkan secara masif kepada masyarakat.
CNG merupakan bahan bakar gas yang sebagian besar tersusun dari metana (CH4) dengan kadar lebih dari 95 persen. Gas ini dimampatkan pada tekanan tinggi, umumnya di atas 200 bar, sehingga dapat disimpan dalam tabung khusus untuk memudahkan distribusi.
Karena berbasis gas alam, CNG dikenal sebagai salah satu bahan bakar yang lebih ramah lingkungan dibandingkan bahan bakar fosil lainnya. Emisi karbon yang dihasilkan jauh lebih rendah, sehingga dinilai lebih bersih untuk mendukung transisi energi nasional.
Selain itu, harga CNG cenderung lebih stabil karena bergantung pada pasokan gas domestik. Faktor inilah yang membuat CNG mulai dilirik, bukan hanya sebagai bahan bakar kendaraan, tetapi juga sebagai alternatif energi rumah tangga.
Badan Pengatur Hilir Minyak dan Gas Bumi (BPH Migas) juga mendorong optimalisasi pemanfaatan CNG serta percepatan pengembangan Mini-Liquefied Natural Gas (LNG) sebagai alternatif energi rumah tangga. Anggota Komite BPH Migas Fathul Nugraha mengatakan, langkah itu demi memperkuat ketahanan energi nasional sekaligus mengurangi ketergantungan impor Liquefied Petroleum Gas (LPG).
Menurut Fathul, optimalisasi stasiun induk CNG dan pembangunan infrastruktur mini LNG akan membuka lebih banyak pilihan energi bagi masyarakat selain LPG. Pilihan energi ini juga dapat meningkatkan efektivitas penyaluran gas dan mendukung target pemerintah dalam konversi energi ke energi yang lebih aman, bersih, dan efisien.
Pemerintah menargetkan pembangunan jaringan gas bumi untuk rumah tangga mencapai 350 ribu Sambungan Rumah (SR) pada 2029. Untuk mengejar target tersebut, BPH Migas menilai diperlukan akselerasi regulasi terkait stasiun induk CNG dan terminal mini-LNG agar investasi dapat lebih cepat masuk.
Dalam beberapa tahun terakhir, pemerintah telah melakukan berbagai upaya untuk mengembangkan dan mempromosikan penggunaan CNG sebagai alternatif energi. Salah satu upaya tersebut adalah dengan membangun infrastruktur pendukung, seperti stasiun pengisian CNG dan terminal mini-LNG.
Dengan demikian, diharapkan CNG dapat menjadi salah satu alternatif energi yang lebih ramah lingkungan dan murah, serta dapat membantu mengurangi ketergantungan impor LPG.
Kesimpulan, CNG merupakan alternatif LPG 3 kg yang lebih ramah lingkungan dan murah. Pemerintah saat ini sedang menguji penggunaan CNG sebagai alternatif pengganti LPG 3 kg, dan diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan impor LPG.











