Bisnis

Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

×

Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Share this article
Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax: Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Harga Pertalite Lebih Mahal dari Pertamax: Apa yang Sebenarnya Terjadi?

Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 09 Mei 2026 | Harga bahan bakar minyak (BBM) kembali menjadi sorotan publik setelah muncul unggahan struk pembelian BBM di SPBU yang memperlihatkan harga keekonomian Pertalite (RON 90) lebih tinggi dibandingkan harga jual Pertamax (RON 92). Dalam unggahan tersebut, tercantum harga asli Pertalite mencapai Rp16.088 per liter. Namun, pemerintah memberikan subsidi sebesar Rp6.088 per liter sehingga konsumen hanya membayar Rp10.000 per liter di SPBU.

Menanggapi polemik tersebut, Corporate Secretary PT Pertamina Patra Niaga Roberth M.V. Dumatubun memberikan penjelasan mengenai perincian harga Pertalite yang ramai diperbincangkan di media sosial. Roberth mengatakan, Pertamax merupakan jenis bahan bakar umum (JBU) yang penentuan harganya mengikuti dinamika harga minyak dan energi di pasar global.

Namun, terhitung sejak 1 April 2026, Pertamina mengambil kebijakan untuk tidak melakukan penyesuaian harga pada produk Pertamax. Keputusan untuk menahan harga di angka Rp12.300 per liter ini diambil melalui koordinasi dengan pemerintah demi menjaga stabilitas ekonomi nasional dan daya beli masyarakat.

Di tengah naiknya harga BBM non-subsidi, masyarakat masih menaruh perhatian pada harga Pertalite sebagai BBM bersubsidi yang paling banyak digunakan. Lantas, berapa harga Pertalite hari ini dan apakah ikut mengalami kenaikan? Harga BBM dapat berubah sewaktu-waktu karena dipengaruhi berbagai faktor, mulai dari pergerakan harga minyak dunia hingga nilai tukar rupiah.

Pemerintah menegaskan harga BBM bersubsidi tidak akan mengalami kenaikan hingga akhir tahun 2026. Kebijakan ini menjadi angin segar bagi masyarakat, terutama kelompok yang paling rentan terhadap gejolak harga energi. Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral Bahlil Lahadalia menekankan bahwa pemerintah tidak akan menaikkan harga BBM subsidi meskipun harga dunia sedang bergejolak.

Sementara itu, sebanyak 13 SPBU Pertamina di wilayah Jabodetabek berhenti menjual BBM Pertalite mulai Sabtu, 9 Mei 2026. Penghentian tersebut terjadi karena ke-13 lokasi itu sedang bertransformasi menjadi SPBU Signature khusus BBM nonsubsidi. Pertamina menjamin pasokan Pertalite tetap tersedia dan aman untuk dibeli masyarakat di SPBU Pertamina lainnya.

Kesimpulan dari polemik harga Pertalite ini adalah bahwa pemerintah dan Pertamina berupaya menjaga stabilitas harga BBM bersubsidi demi menjaga daya beli masyarakat. Meskipun harga keekonomian Pertalite lebih tinggi dari Pertamax, pemerintah memberikan subsidi untuk menjaga harga jual Pertalite tetap terjangkau.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *