Lintas Opini – Berita Terkini, Akurat, Terpercaya – 14 April 2026 | Stadion Gelora Joko Samudro, Gresik menjadi saksi penampilan luar biasa Timnas Indonesia U-17 pada laga pembuka Grup A Piala AFF U-17 2026. Pada Senin, 13 April 2026, Garuda Muda menumpangkan kemenangan telak 4-0 atas Timor Leste, dengan sorotan utama tertuju pada kapten muda Putu Ekayana Yoga Pratama yang mencetak dua gol dalam debut internasionalnya.
Garis pertama muncul cepat, menit ke-6, ketika Ekayana memanfaatkan umpan set‑piece yang dirancang pelatih Kurniawan Dwi Yulianto. Bek tengah yang biasanya bertugas menghalau serangan justru melesat ke area lawan dan menaklukkan gawang lawan dengan tembakan kaki kanan yang akurat. Tak lama berselang, pada menit ke-17, ia kembali menambah angka lewat eksekusi tendangan sudut yang dilemparkan oleh rekan set‑midfield, menegaskan dominasi Indonesia di babak pertama.
Skor dua gol selanjutnya dicetak oleh Ridho pada menit ke-37 dan Dava Yunna pada menit ke-42, menutup babak pertama dengan keunggulan 4-0. Timor Leste sempat mencoba bangkit pada paruh kedua, namun pertahanan Indonesia yang dipimpin Ekayana tetap solid. Penjaga gawang Noah juga tampil sigap, menepis beberapa peluang berbahaya, termasuk tembakan keras pada menit ke-84 yang hampir menjadi hattrick bagi Ekayana.
Setelah peluit akhir, Ekayana mengungkapkan rasa syukurnya. “Ini pertandingan internasional pertama saya, jadi sangat penting untuk memulai karier ke depan. Saya tidak menyangka bisa mencetak dua gol, tapi semua itu berkat skema yang dipersiapkan pelatih,” ujarnya kepada wartawan. Ia menambahkan bahwa gol-golnya sebagian besar berasal dari strategi bola mati yang telah dilatih intensif selama masa pemusatan.
Pelatih Kurniawan Dwi Yulianto menilai penampilan tim sebagai bukti persiapan matang. “Kami menekankan pada eksekusi set‑piece, dan pemain muda kami menunjukkan kedisiplinan serta keberanian untuk mengeksekusi taktik tersebut. Putu Ekayana bukan hanya kapten, tapi juga contoh pemain yang mampu berkontribusi di kedua sisi lapangan,” kata Kurniawan dalam konferensi pers pasca pertandingan.
Keberhasilan ini memberi Indonesia kepercayaan diri tinggi menjelang laga berikutnya melawan Malaysia pada 16 April 2026, yang juga akan digelar di Gelora Joko Samudro. Kedua tim berada di grup yang sama, sehingga pertemuan tersebut diprediksi akan menjadi ujian keras bagi Garuda Muda setelah menorehkan kemenangan impresif melawan Timor Leste.
Statistik singkat pertandingan menunjukkan dominasi Indonesia dalam penguasaan bola, tembakan tepat sasaran, dan terutama dalam situasi bola mati. Dari total 12 tendangan sudut, empat di antaranya menghasilkan peluang emas yang dimanfaatkan Ekayana dan rekan-rekannya. Selain itu, pertahanan Indonesia hanya menerima satu tembakan berbahaya, menegaskan kekompakan lini belakang.
Dengan hasil 4-0, Timnas Indonesia U-17 kini berada di puncak klasemen Grup A bersama Vietnam, yang juga mencatat kemenangan 4-0 atas Malaysia. Kedua tim tersebut menjadi kandidat kuat untuk melaju ke fase knockout, mengingat kualitas teknis dan taktik yang telah ditunjukkan.
Penampilan Putu Ekayana tidak hanya menjadi sorotan karena gol, melainkan juga karena kepemimpinannya sebagai kapten pada usia sangat muda. Kepercayaan yang diberikan pelatih kepada pemain berusia 16 tahun ini menjadi contoh kebijakan pengembangan bakat muda yang berfokus pada pemberian tanggung jawab sejak dini.
Secara keseluruhan, kemenangan ini menandai momentum positif bagi perkembangan sepak bola usia muda Indonesia. Dengan kombinasi taktik yang terstruktur, kesiapan mental pemain, serta dukungan penuh dari staf pelatih, Garuda Muda menunjukkan bahwa mereka siap bersaing di tingkat regional dan bahkan melampaui batas tersebut.
Menanti laga berikutnya melawan Malaysia, Timnas Indonesia U-17 bertekad mempertahankan performa gemilang dan terus mengasah strategi, khususnya dalam memanfaatkan peluang bola mati yang telah terbukti menjadi senjata utama mereka.











